2 Tokoh Pemuda Bolsel Seriusi Polemik PETI di Desanya

oleh -1198 Dilihat

BOLSEL, paradigmanasional.id – Desa Tobayagan, Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), kembali menjadi sorotan akibat dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan hulu desa. Keberadaan alat berat yang diduga digunakan untuk pengerukan sumber daya alam memicu keresahan warga setempat, yang khawatir akan dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan sosial.

Ketua Karang Taruna Tobayagan Selatan, Rinaldi Potabuga, angkat bicara mengenai polemik ini. Dalam wawancara pada Senin, 23 Desember 2024, Rinaldi yang akrab disapa Inal, mengungkapkan fakta mengejutkan tentang keberadaan PETI di wilayah tersebut.

“Melalui berbagai informasi yang kami terima, memang ada aktivitas PETI di hulu desa kami,” ujarnya.

Sebagai mahasiswa dan aktivis lingkungan, Rinaldi menegaskan bahwa dirinya bersama pemuda desa sedang merumuskan langkah konkret untuk menghadapi situasi ini. Menurutnya, PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan yang parah.

“Kami sudah menyusun rencana strategis untuk menyikapi persoalan ini. Aktivitas PETI tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak lingkungan serta mengancam masa depan generasi muda Tobayagan,” tegasnya.

Hal yang sama di sampaikan Ketua Karang Taruna Tobayagan Isra Mandeng juga mengajak pemuda dan masyarakat desa untuk bersatu dalam mempertahankan kelestarian alam.

Ia menekankan pentingnya konsistensi dalam memperjuangkan nilai-nilai lingkungan demi keberlanjutan hidup generasi mendatang.

“Kita sudah sering menghadapi persoalan semacam ini di masa lalu. Saya berharap masyarakat dan pemuda Tobayagan tetap konsisten mempertahankan nilai-nilai perjuangan demi kelestarian alam dan keberlanjutan hidup generasi berikutnya,” pungkasnya.

Kedua tokoh muda itu berharap pemerintah dan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan aktivitas PETI. Tindakan ini dinilai mendesak mengingat dampak negatif yang ditimbulkan, seperti pencemaran lingkungan, rusaknya ekosistem, dan potensi konflik sosial di masa depan.

Denny.D

No More Posts Available.

No more pages to load.