oleh -303 Dilihat

BOLTIM (paradigmanasional.id) – Aini Modeong (12) warga Molompar Timur, Kecamatan Belang, Minahasa Tenggara (Mitra), sudah enam hari berobat di Bitung, namun hanya mengandalkan obat tradisional.

Harusnya, Santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Tebu Ireng VII, Desa Buyat, Kecamatan Kotabunan, harus menjalani operasi tulang pasca patah akibat kecelakaan, namun terganjal mahalnya biaya operasi sekira Rp30 juta.

Hal ini mengundang perhatian dari pihak Kementerian Agama (Kemenag) Boltim. Seperti dikemukakan, Plt Kepala Seksi Pendidikan Islam,  Abdul Syukur  menyampaikan, turut prihatin atas musibah yang dialami salah satu santriwati Ponpes Tebu Ireng VII.

“Pertama Kantor Kemenag Boltim, turut prihatin atas terjadinya kecelakaan lalu lintas yang menimpa salah satu santri Ponpes Tebu Ireng Buyat, yakni Aini Modeong. Kami mengimbau, para pengasuh, ustadz, ustadzah dan orang tua santri Ponpes Tebu Ireng Buyat, untuk lebih ketat mengawasi santri dalam menggunakan kendaraan bermotor. Kemudian, menghimbau kepada semua pihak, untuk membantu meringankan beban orang tua santriwati yang mengalami kecelakaan lalu lintas,” harapnya.

Kondisi Aini yang belum segera ditangani medis melalui operasi, membuat kedua orang tuanya pasrah. Keluarga tinggal memilih pengobatan tradisional untuk mengobati patah tulang paha kiri yang dialami Aini.

“Biaya operasi sekitar Rp30 juta, kita belum punya biaya sebanyak itu sementara Puteri saya butuh penanganan secepatnya, makanya saat ini Kami masih berharap keajaiban pada pengobatan Alternatif,” ungkap Fitri Pintorondo ibu kandung Aini.

Ia pun menyayangkan, sikap pihak Ponpes yang terkesan lepas tangan dengan persoalan tersebut. Padahal, ia dan suaminya sudah mempercayakan putrinya mondok di Ponpes.

“Saya titip anak saya di Ponpes dalam keadaan baik-baik saja, namun saya terima puteri saya dalam keadaan tak berdaya. Tanpa ada tanggungjawab dari pihak sekolah,” sesal Fitri sembari menangis.

“sudah 17  hari sejak anak saya,kecelakaan sampai dengan saat ini pihak sekolah hanya beri janji saja, akan tetapi tidak menindaklanjuti. Apa yg sudah dijanjikan pihak sekolah Sementara penderitaan yang dirasakan anak saya,semakin hari semakin membengkak kaki yang patah lebih lama lebih parah,” jelas Fitri. Ibu kandung Anak siswa,(korban) MEDIA P*N HARI M UWEN ,

No More Posts Available.

No more pages to load.