
Sidoarjo, paradigmanasional.id – Bantuan Langsung Tunai melalui Dana Desa (BLT – DD) telah ikut menyelamatkan banyak perekonomian rakyat khususnya paska pendemik COVID 19. Pelaksanaan ditingkat desa pun telah dirancang serapi mungkin untuk menghindari penyalahgunaan BLT DD tersebut, apalagi yang tidak tepat sasaran. Salah satu mekanisme Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diajukan oleh para RT – RW di musyawarah desa. Hal ini pun tetap mengacu pada perintah undang – undang atau aturan main yang berlaku, namun bukan berarti tidak ada celah, peran serta masyarakat seperti LSM, jurnalis dan sebagainya amat diperlukan guna menghindari kesalahan prosedural atau menghadapi perilaku para oknum penjahat kerah putih yang tega bermain di BLT DD.
Temuan mengejutkan adanya dugaan kelebihan anggaran pada BLT DD di Desa Rangkah Kidul Kecamatan Sidoarjo Kabupaten Sidoarjo Tahun 2021, informasi yang berhasil awak media dapatkan jumlah KPM 160, realisasi tentunya per KPM sebulan Rp.300.000 x 12 = Rp.3.600.000 lalu dikalikan 160 = Rp. 576.000.000. kejanggalan muncul setelah disinkronkan dengan laporan pertanggungjawaban Desa Rangkah Kidul Tahun 2021 pada Tahap 2 poin BLT DD Rp.593.700.000, jumlah ini terdapat selisih atau kelebihan anggaran mencapai Rp. 593.700.000 – Rp.576.000.000 = Rp. 17.700.000.
Kepala Desa Rangkah Kidul H. Warlheiyono saat ditemui awak media mengatakan “kami tidak memegang uangnya sama sekali mas, saat pelaksanaan pihak Bank Deltha Artha langsung yang melaksanakan”, ujar Warlheiyono (2/3) seraya memanggil bawahannya yang menangani BLT DD, setali tiga uang sang bawahan pun mengiyakan, “memang benar jumlah KPM nya 160, tapi kami sendiri baru mengetahui bila ada kelebihan tersebut, segera akan kami lakukan kroscek”. Sebelum berpamitan Warlheiyono menegaskan kembali ” kami tidak memegang uangnya disini kami disiplin tidak akan berani bermain keuangan apalagi menyangkut rakyat miskin (BLT DD)”, tegas Warlheiyono diruang kerjanya. Ketua DPD Jatim LSM Cakrawala pun berkomentar, “sesuai dengan statemen Kades Rangkah Kidul H. Warlheiyono, ada baiknya permasalahan ini dilakukan kroscek pada pihak Bank Delta Artha, mencari aliran uang BLT DD tersebut mengalir kemana, dalam waktu dekat akan kami sikapi dengan bersurat resmi pada pihak terkait, memang jumlah kelebihannya tidaklah besar namun bagaimanapun kita sepakat apa yang dikatakan Warlheiyono bahwa ini adalah hak rakyat miskin, bisa jadi ada kekeliruan dalam pelaporan atau pembukuan, biar nanti fakta yang bicara”, ujar Hertanto (3/3) via selularnya.
(daulat)





