Cetak Jurnalis Profesional DPC PWDPI adakan Pembekalan dan Pelatihan Jurnalistik.

oleh -727 Dilihat

Mojokerto, paradigmanasional.id – 27 juli 2025.Jurnalis atau wartawan dimasa sekarang banyak menemui tantangan. Mulai dari permasalahan hukum, Penulisan, pemotretan, dan mental awak media itu sendiri. Digitalisasi dan kecepatan berita menjadi faktor utama bagaimana seorang jurnalis mampu menghadirkan berita yang cepat dan berkualitas.

Menyikapi hal tersebut sebuah organisasi wartawan PWDPI (persatuan Wartawan Duta Pena Indonesia) Sidoarjo memberikan pembekalan dan pelatihan terkait kebutuhan tersebut diatas, pada hari Sabtu dan Minggu tanggal 26-27 Juli 2025.

Dengan harapan menjadi jurnalis yang profesional mampu menghadapi tantangan zaman yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan informasi kepada publik melalui karya tulis.

Berikut materi pembekalan dan Pelatihan

1. Hukum: dengan Nara sumber Supono SH. Dengan materi terkait pasal Kode Etik Jurnalistik menyatakan bahwa “Wartawan Indonesia bersikap independen, menghasilkan berita yang akurat, berimbang.

Wartawan harus mengikuti kode etik jurnalis kalau tidak mau terjerat hukum seperti kejadian di banyak wilayah ujar Supono saat memberikan materi dan saublagi wartawan tidak bisa sebebas yang dibayangkan ada wilayah privasi karena setiap instansi juga punya aturan sendiri, tambahnya.

Dari pemaparan materi hukum peserta setidaknya memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan seorang jurnalis.

Sesi kedua dalm materi pembekalan terkait isu penulisan jurnalistik dengan Nara Sumber berpengalaman yang tidak asing didunia kewartawanan yaitu Andre Yuris juga ketua AJI Surabaya, dengan materi Teknik Penulisan Jurnalistik.

Bagaimana seorang Jurnalistik memiliki kemampuan untuk menulis dengan jelas, singkat, dan menarik. Yang tidak.kalah penting Andre menyampaikan penulisan dengan karya digital atau AI tidak termasuk dalam kategori karya jurnalis meskipun hasilnya bagus.

Karya jurnalis meliputi karya yang dihasilkan secara original atau asli dari penglihatan, pendengaran dan penulisan sendiri, imbuhnya.
Hal tersebut merupakan salah satu Ragam bahasa jurnalistik.
Jurnalis “explainer” masih dalam pemateri yang sama yang membahas seorang jurnalis yang berfokus pada penulisan karya yang menjelaskan suatu masalah secara mudah dipahami oleh audien. Mereka bertugas memberikan konteks, latar belakang, dan analisis.

Materi tersebut sudah banyak diterapkan oleh banyak jurnalis baik lokal maupun internasional tambahnya. Sebelum sesi diakhiri pada pukul 17.45 untuk ishoma.

Berlanjut pada pukul 20.00 materi senam otak dan senam hati oleh KH. Rakay Muhammad, S. Kom pengasuh pondok pesantren penjaga Al Qur’an alias pondok pesantren jin dn manusia Al Maghribi jln. Goa Putih dusun Tumpangsari gg 3 desa Jitu Kutorejo Mojokerto.

Kiai Raka menjelaskan seorang jurnalis harus pakai pikir dan pakai hari dalam menulis berita hati tidak boleh ditinggal karena itu bisa membuat karya berita tidak bagus bisa bisa tidak sesuai fakta.
Penjelasan yang dibarengi dengan gerakan peserta tangan diatas sebagai upaya menyeimbangkan pikiran dan tubuh. Lanjut dalam pembahasannya bahwa seorang jurnalis harus punya jiwa entrepreneur tidak melulu mencari berita. Harus punya cara bagaimana seorang wartawan dapat menghasilkan dan menghidupi kehidupannya. Maka kita harus cerdas imbuhnya.

Memasuki hari kedua materi Teknik fotografi Jurnalistik oleh pakar fotografi Mamuk Ismuntoro seorang fotografer internasional /wartawan foto media nasional dengan pengalaman didunia fotografi.

Materi Teknik Fotografi Jurnalistik sebagai materi penutup dalan pembekalan dn pelatihan, namun materi ini sangat ditunggu peserta , materi yang terkait dengan penggunaan handphone ini lebih banyak praktek trik dan tip bagaimana seorang jurnalis memotret menggunakan hp yg dia punya. Mulai pengambilan gambar, pencahayaan dan komposisi ISO yg ada dalam hp. Tentu merupakan bekal yang tidak bisa dilupakan. Dengan praktek pemotretan dan langsung di-review, peserta akan mengetahui dimana letak kekurangan dalam menggunakan hp masing masing.
harapan panitia terhadap peserta dari berbagai media bagaimana menjadi jurnalis profesional dapat menyajikan informasi yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi publik.

Mukhlis ( redpel)

No More Posts Available.

No more pages to load.