Kota Malang, paradigmanasional.id – Kampung Budaya Polowijen (KBP) bersama Mahasiswa KKN Tematik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) melaksanakan rangkaian kegiatan kebudayaan pada Rabu, 29 Januari 2026, yang menggabungkan kerja perawatan ruang tradisi dengan penguatan literasi penulisan sejarah dan budaya. Kegiatan ini menjadi bagian dari proses penyusunan buku Transformasi Budaya: dari Tradisi, Modernitas, hingga Dunia Digital.
Kegiatan diawali dengan beres-beres pawon dan galeri Kampung Budaya Polowijen. Pawon dan galeri tidak hanya dirawat sebagai ruang fisik, tetapi juga sebagai pusat aktivitas budaya, dokumentasi, dan pembelajaran. Dari ruang inilah berbagai praktik budaya—mulai dari kuliner tradisional, selametan, hingga diskusi kebudayaan—terus hidup dan diwariskan.
Pada siang hingga sore hari, mahasiswa mengikuti agenda Sinau Budaya bertema Teknik dan Strategi Penulisan Sejarah dan Budaya. Kegiatan ini menghadirkan Hariani, S.AP sebagai pemateri dengan Aura Tsania sebagai moderator. Diskusi membahas cara menulis sejarah dan budaya secara sistematis dan kritis, sekaligus menjadi bekal awal bagi mahasiswa yang terlibat dalam proses pendokumentasian budaya Kampung Budaya Polowijen.
Materi Sinau Budaya ini sejalan dengan substansi buku yang tengah disusun, yang merangkum transformasi budaya Malangan meliputi busana dan atribut tradisional, ritual dan tradisi, seni pertunjukan rakyat, musik dan bunyi tradisional, kerajinan dan peralatan, senjata tradisional, kuliner dan selametan, serta permainan dan tembang rakyat. Seluruhnya dibaca dalam konteks perubahan zaman, modernitas, dan ruang digital.
Salah satu mahasiswa KKN UMM, Shela, menanyakan teknik penulisan sejarah untuk kebutuhan skripsi. Pertanyaan tersebut dijawab secara komprehensif oleh pemateri, memberi gambaran praktis tentang pengolahan sumber, penyusunan narasi, dan tanggung jawab akademik dalam penulisan sejarah budaya.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kembali membersihkan pawon sebagai simbol konsistensi merawat ruang tradisi. Kolaborasi antara Kampung Budaya Polowijen dan Mahasiswa KKN Tematik UMM ini menegaskan bahwa pawon bukan sekadar ruang memasak, tetapi juga ruang lahirnya pengetahuan, sejarah, dan upaya pelestarian budaya di tengah dunia yang terus berubah. (Sumber berita : KBP – Isa Wahyudi/ Red)





