Dugaan adanya  Pungutan Liar Di  SMKN 1 Bojong Gede 

oleh -2672 Dilihat
oleh

Bogor, Paradigmanasional.id – Adanya  informasi dari beberapa  wali murid  yang merasa  keberatan   dengan  pungutan  liar di luar  pembayaran  Spp  yang tidak masuk akal, diantaranya biaya  study tour siswa  ke Jogja sebesar Rp 750.000/siswa, PKL  sebesar Rp 600.000/siswa dan uang gedung sebesar  Rp 4.500.000/siswa,  serta uang masuk sekolah atau uang pangkal sebesar Rp 6.000.000 /siswa, dengan total jumlah siswa  1500 anak.

Pembiayaan pendidikan sebesar ini  tentu saja sangat memberatkan para wali murid. Apalagi bagi keluarga siswa yang mempunyai tingkat ekonomi rendah.

Padahal  pemerintah sudah memberikan anggaran  dana BOS. Belum lagi anggaran pembangunan gedung yang sudah diperoleh dari pemerintah kabupaten Bogor. Yang menjadi pertanyaan mengapa siswa masih dibebani pembayaran uang gedung yang jumlahnya tidak kecil.

Awak media setelah mendapat informasi  terkait adanya  pungutan liar ini, segera berusaha melakukan konfirmasi langsung kepada pihak  SMKN 1 Bojong  Gede, dan bertemu  salah seorang security yang tidak di sebutkan namanya.  Saat awak media mendatangi sekolah dan meminta ijin untuk bertemu dengan Kepala Sekolah, security sempat bertanya kepada awak media tentang apa keperluannya menemui Kepala Sekolah. Awak media menjelaskan maksud kedatangan terkait dengan adanya dugaan pungutan liar di SMKN 1 Bohong Gede, dan untuk meminta klarifikasi kepada pihak sekolah. Tetapi pihak keamanan sekolah  menolak kedatangan awak media secara halus dengan mengatakan bahwa bapak kepala sekolah sedang tidak berada di tempat.

Awak media berusaha mendapat nomer kontak pihak sekolah untuk menindak lanjuti permasalahan ini.

Hingga pada tanggal 13 Februari 2023, awak media kembali berusaha melakukan konfirmasi melalui whatsapp, tetapi jawaban yang diperoleh tetap sama, bahwa Kepala Sekolah tidak berada ditempat. Tentu saja hal ini membuat awak media semakin mempunyai pertanyaan besar. Sangat janggal jika seorang Kepala Sekolah selalu tidak berada di sekolah pada jam belajar mengajar.

Awak media sebagai kontrol sosial masyarakat, merasa memiliki kewajiban untuk membantu mencari kebenaran dari keluhan masyarakat terkait masalah pendidikan.

Karena kesulitan mendapatkan klarifikasi dari pihak SMKN 1 Bojong Gede secara langsung, akhirnya awak media memutuskan berusaha menaikkan pemberitaan ini melalui media tulis, dengan harapan masalah ini segera mendapat penanganan secara tepat dan tuntas demi pentingnya keberlangsungan proses belajar siswa.

(Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.