
Kotamobagu, Sulawesi Utara, paradigmanasional.id – Beras bantuan pangan telah berada dikantor kelurahan Genggulang dan banyak mayarakat yang membutuhkan.
Informasi kepada media paradigmanasional.id yang diperoleh dari masyarakat, bahwa di duga bantuan tersebut masi ditahan karena pihak kelurahan Genggulang meminta bukti pembayaran pajak (PBB), pembayaran retribusi sampah dan pembayaran kebersihan lapangan.
Menurut salah satu masyarakat yang enggan namanya ditulis di media mengatakan, hal tersebut tidak ada hubungan dengan permintaan dari pihak kelurahan genggulang yang semestinya beras bantuan pangan tersebut harus segera disalurkan kepada masyarakat tanpa alasan yang nota bene tidak ada hubungan dengan hal tersebut. ucapnya.
Lurah Genggulang, Birahmat Maleteng, S.E. ketika di konfirmasi media Paradigmanasional.id melalui What Shap Rabu, pukul 11.23 Wita mengatakan, beras bantuan pangan sudah berada di kantor kelurahan Genggulang dan sejak kemarin sudah mulai di salurkan.
Berkaitan bukti pembayaran pajak (PBB) retribusi sampah, dan kebersihan lapangan tersebut hanya diingatkan saja agar menjadi perhatian masyarakat Genggulang jangan sampai jatuh tempo.
Jelasnya
Lurah Genggulang Birahmat Maleteng mengungkapkan bahwa walaupun masyarakat Genggulang belum membayar pajak (PBB), retribusi sampah dan kebersihan tetapi beras bantuan pangan tetap kami berikan dan salurkan kepada masyarakat Genggulang mengingat masyarakat sangat membutuhkan.
Lagi pula menurut Lurah Genggulang Birahmat Maleteng, masyarakat di cuaca hujan ini pasti lapar sehingga kami berharap masyarakat dapat segera mengambil beras bantuan pangan di kantor kelurahan Genggulang.
Kepada masyarakat yang sakit dan bagi yang sudah lanjut usia pihak kelurahan Genggulang memiliki inisiatif untuk mengantar beras bantuan pangan di rumah mereka.
Pengambilan beras bantuan pangan sudah disampaikan juga di Mesjid dan di RT setiap saat agar supaya segera datang di kantor kelurahan untuk mengambilnya mengingat tempatnya sudah begitu sesak. pungkas Lurah Genggulang Birahmat Maleteng.
Feki Sajow






