Febrianto Tangahu Mewakili Ketua DPRD Bolmong Meminta, Hulu Tagin dan Lolotut Dihentikan

oleh -22 Dilihat

KOTAMOBAGU, Sulawesi Utara, Paradigmanasional.id Wakili Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) meminta aktivitas warga Masyarakat Penambang emas tanpa izin (PETI) di Kabupaten Bolmong dan ada di wilayah hukum Polres Kotamobagu agar dihentikan.

Informasi yang diperoleh media Penegasan itu disampaikan. Kamis, 30 juli 2026 kegiatan Persiapan Rapat Komisi Adendum ANDAL dan RKL-RPL Tipe A PT J Resources Bolaang Mongondow, Blok Bakan Kabupaten Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Selatan Provinsi Sulawesi Utara, yang dihadiri bersama aparat desa dan BPD di lingkar tambang PT JRBM di hotel Sultan Raja Kotamobagu.

Informasi yang dihimpun redaksi media, pertemuan tersebut turut di hadiri wakil ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Kabupaten Bolmong Febrianto Tangahu dari Partai Nasional Demokrat (NasDem).

Dikesempatan, Febrianto Tangahu yang hadir sebagai perwakilan pemuda desa bakan sekaligus atas nama perwakilan lembaga DPRD mendukung program PT JRBM. Febrianto Tangahu juga menegaskan program PT JRBM sepenuhnya didukung oleh dua unsur, yakni Pemda dan DPRD Bolmong.

Lanjutnya, menyangkut pokok pembahasan pertemuan tentang Analisis Dampak Lingkungan, ia berharap pemerintah desa dan BPD serta tokoh masyarakat di desa lingkar tambang menjadi bagian bersama memantau adanya aktivitas PETI. karena menjaga lingkungan menjadi tanggungjawab bersama.

“Hari ini kita bicara tentang dampak lingkungan, Pemda Bolmong sudah intens dan berkerjasama dengan PT JRBM. Nantinya ada program pembangunan sedimenpol di wilayah hulu-hulu sungai yang ada di desa bakan hulu agin dan Hulu lolotut. Tapi Pertanyaannya, aktivitas PETI di hulu Sungai tagin dan lolotut itu siapa yang bertanggung jawab,” ucap Ferianto Tangahu.

Febrianto Tangahu berharap bagian ini menjadi tanggungjawab bersama untuk menghimbau tentang lingkungan dan kemanusiaan. Karena Ada wilayah kerja yang potensi kehilangan nyawa.

“saya sendiri sudah tidak mau kekurangan jiwa pemilih, terlalu banyak warga Bakan yang meninggal karna aktivitas PETI,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Bolmong secara tegas mengatakan, Jika bicara tentang lingkungan dan potensi kehilangan nyawa saya sudah tidak akan ada toleransi lagi. Kita harus bersama dan saya sudah berdiskusi dengan bupati Bolmong dan bupati Bolmong sudah bersepakat.

“Bicara lingkungan dan nyawa manusia tidak ada toleransi lagi, Ada banyak wilayah melakukan PETI yang tidak sesuai prosedur keselamatan, harapannya sebelum tanggal 11 aktivitas – aktivitas disana itu sudah tidak ada,” Pinta Wakil Ketua DPRD Bolmong Febrianto Tangahu.

“Harapannya, agar dalam penyusunan dan juga aktualisasi pelaksana PT JRBM sesuai dengan mekanisme ANDAL,” tambahnya.

Permintaan Wakil ketua DPRD Bolmong Febrianto Tangahu untuk menghentikan aktivitas PETI mendapat tanggapan dari warga masyarakat desa lingkar tambang. Menurut mereka pernyataan wakil ketua DPRD dinilai hanya berkedok perhatian lingkungan dan nyawa manusia.

“Jika Febrianto Tangahu meminta aktivitas PETI manual dan PETI yang mengunakan alat berat excavator di Bolmong untuk dihentikan, kemana kami akan bekerja menanggung kebutuhan keberlangsungan hidup kami. Apa selama ini anda peduli dengan nyawa kami.?,” ungkap warga desa lingkar tambang.

Jika benar peduli terhadap lingkungan dan nyawa warga, mestinya ia mencarikan solusi dan menuntun safety kerja, bukan malah menutup lahan tambang pekerjaan kami.

“Kapan wakil Ketua DPRD mencarikan kami lahan pekerjaan untuk warga menambang legal dan mengajarkan kami tentang safety kerja..? Tapi seakan melihat kami tidak taat dalam safety kerja dilahan yang ia sediakan kemudian meminta aktivitas pertambangan kami dihentikan. Selama ini kami mandiri dan mencari lapangan kerja untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Bukanya memikirkan solusi, tapi justru yang ada dibenaknya ia takut kehilangan jiwa pemilih,” ucap warga.

Lanjut mereka, dalam melakukan aktivitas pertambangan kami selalu siap resiko dan takdir demi mencukupi kebutuhan keluarga, tapi jika bapak dewan menutup lahan pekerjaan yang dianggap PETI, itu sama halnya anda membunuh bukan hanya kami sebagai pekerja tambang, tapi sama halnya membunuh keluarga kami.

“Dimana nurani anda sebagai wakil rakyat.Kami hanya mencari makan dengan cara tambang manual, bukannya perihatin tapi justru anda ingin menghilangkan pekerjaan kami. Bicara membangun sedimenpol Anda ingin menutup hulu tagin dan hulu lolotut silahkan saja. Tapi anehnya hulu osion anda tidak sebutkan untuk dihentikan, atau mungkin anda ada kepentingan,” ucap serentak dengan nada marah dan nampak kesal di wajah mereka. VQ/tim***

No More Posts Available.

No more pages to load.