Festival Kembara Republik Gubuk – Pethuk Putuk: Memukau dengan Kesenian, Budaya, dan Kreativitas Lokal di Jabung

oleh -1121 Dilihat
oleh

Malang, paradigmanasional.id – Bati Tuud Koramil 0818/23 Jabung Serma Yremia wakili Danramil Jabung hadiri festival Kembara Republik Gubuk – Pethuk Putuk yang menghadirkan rangkaian workshop inspiratif di yang bertujuan untuk menyebarkan pesan literasi dan kreativitas kebudayaan, serta menciptakan kegiatan positif bagi anak-anak di daerah setempat. Dilanjut sore hingga malam harinya, dengan Festival yang menampilkan bazar tempo doeloe, penampilan tari oleh anak Gubuk Baca, Pameran, dan penampilan kebudayaan lokal yang memukau, Sabtu (05/08/23).

Pembukaan acara dilakukan di malam hari diramaikan oleh penampilan seni dan budaya lokal, termasuk tari topeng malangan khas Jabung. Sambutan oleh Presiden Republik Gubuk, Ketua Pelaksana, Kepala Desa Kemantren , Sekretaris Desa Kemantren, dan Ketua RT 05 Dusun Putukrejo, memberikan semangat bagi seluruh peserta dan pengunjung.

Disisi lain, Bazar Pethuk Putuk tempo doeloe menjadi daya tarik bagi para pengunjung, menawarkan kesempatan tak terlupakan untuk menikmati berbagai kuliner lezat seperti jajanan desa yang menggugah selera. Acara ini juga menjadi bentuk nyata dari konsep pemberdayaan masyarakat, bertujuan untuk mengangkat ekonomi dan memajukan masyarakat dusun Putukrejo Kemantren. Keberhasilan bazar ini terbukti dengan mencapai lebih dari 1200 pengunjung yang memadati lokasi, menciptakan suasana meriah dan penuh keceriaan sepanjang hari.

Puncak penampilan pada hari pertama acara adalah Kirab Bantengan yang memukau para pengunjung dan berhasil menarik lonjakan drastis jumlah pengunjung hingga mencapai 4000 orang. Kehebohan dan keindahan Kirab Bantengan menghadirkan suasana yang tak terlupakan, di mana para peserta yang membawa Bantengan dengan gagah dan atraktif menarik perhatian dan antusiasme seluruh hadirin. Acara ini menjadi magnet utama yang mengundang ribuan orang untuk berpartisipasi dan menyaksikan kegembiraan dari berbagai penampilan seni dan budaya lokal.

Selain Kirab Bantengan, malam harinya disuguhkan penampilan musisi lokal Jabung yang tak kalah meriah. Ciple dan Slow Kiss membawa ritme dan melodi yang mengiringi malam dengan keceriaan yang menggebu-gebu. Para penonton terhanyut dalam irama musik yang memikat, dan suasana semakin meriah. Penampilan mereka berhasil menambah semarak dan kegembiraan, menciptakan momen mengesankan bagi seluruh pengunjung.

Serma Budi Nugraha mengatakan bahwa ” Kegiatan Kembara Republik Gubuk – Pethuk Putuk yang baru Kali pertama diadakan di wilayah Kecamatan Jabung ini menjadi Langkah awal bagi sekumpulan Komunitas Pecinta Seni dan Budaya setempat dan adik Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Malang yang sedang melaksanakan Praktikum untuk memberikan tampilan kesenian kepada pengunjung dari warga Kecamatan Jabung maupun dari luar yang memiliki Aneka budaya Lokal yang merupakan aset warisan budaya dari leluhur yang masih di lestarikan hingga saat ini dan menjadi moment untuk mengenalkan kepada Pengunjung terutama generasi muda untuk mencintai budaya dan Kearifan lokalnya agar terus di dilestarikan sehingga tidak akan lekang tergerus dengan budaya Barat yang semakin deras mengalir sehingga mempengaruhi pola hidup dan pola pikir generasi muda, Sehingga diharapkan moment seperti ini dapat terus di adakan diwaktu mendatang baik di tempat ini maupun di tempat berbeda di waktu -waktu mendatang oleh panitia yang sama maupun yang berbeda, tapi yang pasti bagi pelaku Seni di Kecamatan Jabung telah mendapat apresiasi Legalitas Pengakuan Pelaku Seni dari Dewan Kesenian Kabupaten Malang agar mereka mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Malang sehingga Pelaku seni dapat terus berkreasi untuk menciptakan kesenian yang ada menjadi lebih menarik mengikuti perkembangan jaman tanpa meninggalkan Pakem / Ciri khas budaya yang ada sehingga semua kalangan bisa tetap menikmati budaya tersebut dan di minati oleh semua Elemen di masyarakat,” ungkap Bati Tuud Koramil 0818-23/Jabung.

(Nana)

No More Posts Available.

No more pages to load.