Malang, paradigmanasional.id — Bertempat di Pantai Bajulmati, desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pada Jumat, (26/5/2026), Departemen Kaum Muda Daerah (DKMD) 1 Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) menggelar giat Green Assembly of God bertajuk Menjaga Bumi, Merawat Bait Allah.
Kegiatan kaum muda GSJA ini bertujuan untuk membangun kesadaran para generasi muda akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari keimanan. Kegiatan diikuti oleh 99 peserta dari target 100 peserta.
Firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Jefri Hina, M. TH yang menekankan bahwa kepedulian akan lingkungan sebaiknya dimulai dari gereja.
“Menjaga bumi ini harus dimulai dari lingkungan gereja. Karena alam semesta ini adalah bagian penting dalam kehidupan. Contohnya, jangan membuang sampah sembarangan, kurangi pemakaian berbahan plastik. Allah memanggil kita untuk merawat bumi” Jelasnya.
Pdt. Jefri juga menambahkan bahwa anak muda harus ambil bagian dalam misi Allah. Termasuk menyuarakan keadilan bagi alam yang saat ini mengalami kerusakan parah akibat eksploitasi besar-besaran.
Sesuai dengan visi dari diselenggarakannya acara ini, yaitu mewujudkan generasi muda yang mengasihi Tuhan, yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan serta menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi gereja, masyarakat dan semua ciptaan Tuhan.
Adapun misi yang ingin dicapai adalah, menumbuhkan kepedulian dan tanggung jawab kaum muda terhadap kelestarian lingkungan hidup sebagai wujud nyata iman Kristen melalui aksi menjaga dan merawat ciptaan Tuhan, dan mendorong keterlibatan aktif kaum muda dalam berbagai aksi pelestarian lingkungan untuk menumbuhkan kesadaran ekologis, memperkuat budaya peduli lingkungan, dan menginspirasi masyarakat di setiap wilayah pelayanan.
Setelah melaksanakan ibadah seluruh peserta diajak untuk menanam mangrove, yang dipandu oleh Bajulmati Sea Turtle Conservation ( BSTC). Selain menanam mangrove mereka juga mendapat edukasi mengenai konservasi dan penyelamatan penyu.
Sutari, wakil dari BSTC sangat mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya mengajari anak anak muda generasi penerus bangsa untuk menjadi generasi yang tangguh, lembut serta peduli pada lestarinya lingkungan hidup ini adalah hal yang sangat membanggakan.
“Menyelamatkan penyu adalah tanggung jawab bersama, mengingat bahwa perkembangan penyu ini sangat lambat. Pada usia mencapai 20 tahun penyu-penyu itu baru bertelur. ” Ujarnya.
Christian Ayundi Inarkombu, sebagai ketua panitia juga mengatakan, “Green Assembly of God bertujuan memperkenalkan generasi muda pada lingkungan sekaligus membentuk mereka menjadi pembawa misi Allah dalam merawat ciptaanNya. Membentuk generasi muda sebagai misionaris lingkungan. “
Christian juga berharap GAG ini bisa menjadi program rutin DKMD 1 Jawa Timur . Sebagai bentuk kepedulian dalam menyikapi issue global mengenai krisis kerusakan alam. (Red-shirl2607)






