Gelombang Unjuk Rasa Ricuh, Tuntut Bupati Pati Sadewo Lengser Dari Jabatan.Dipicu Oleh Kenaikan Tarif PBB 250%.

oleh -620 Dilihat

Pati Jawa Tengah, paradigmanasional.id Rabu : 14 Agustus 2025.Ribuan orang melakukan unjuk rasa di depan kantor Kabupaten Pati, Jawa Tengah, hari ini. Mereka menuntut Bupati Sudewo mengundurkan diri. Aksi protes warga Pati tersebut dipicu oleh kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) hingga 250%. Meskipun kemudian kenaikan itu sudah dibatalkan oleh Sudewo, tapi warga masih tetap menggelar demo dengan tajuk Aliansi Masyarakat Pati Bersatu, karena sudah telanjur kecewa dengan sang bupati.

Kemarin, sebelum demo ini digelar sudah mengalir donasi berupa minuman kemasan, makanan kecil, dan buah-buahan yang dikumpulkan di alun-alun yang berada di depan kantor bupati, sebagai bentuk unjuk dukungan terhadap aksi massa tersebut.

Bupati Sudewo lantas menemui massa pendemo, tapi tak bertahan lama. Dari dalam mobil, kader Partai Gerindra itu muncul melalui jendela _sunroof_. Namun, baru sebentar berpidato dan mengucapkan maaf, massa menimpuk dia dengan sandal dan botol minuman secara bertubi-tubi, sehingga dia meninggalkan arena demo. Massa kemudian mencoba merobohkan pintu gerbang besi kantor kabupaten, yang dicegah dengan tembakan meriam air oleh polisi. Gas air mata ditembakkan oleh polisi. Sebuah mobil polisi terbakar.

Aksi unjuk rasa ribuan warga Pati yang menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya pada Rabu (13/8/2025). Aksi tersebut berujung rusuh setelah aparat polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa yang melempar ratusan gelas air mineral ke arah barisan aparat. Bupati Sudewo dievakuasi dari kantornya dengan mobil taktis Brimob, setelah sempat keluar dari mobil, menyapa demonstran, dan menyampaikan permintaan maaf. Namun, massa menyambut sapaan Sudewo dengan lemparan sandal hingga akhirnya dia dievakuasi. Warga juga memberikan apresiasi kepada warga Pati yang terlibat aksi protes. Beberapa bahkan sepakat menobatkan warga Pati sebagai _role model_ demonstran yang sesungguhnya, yaitu tidak dikotak-kotakkan oleh strata pendidikan dan sosial melainkan semua golongan masyarakat ikut turun ke jalan untuk menyuarakan protesnya terhadap pejabat pemerintahan yang semena-mena.

Dalam peta pergerakan politik Indonesia nama Kabupaten Pati nyaris tidak pernah disebut, atau masuk dalam catatan. Pada umumnya, keriuhan politik selama ini terjadi di kota-kota besar atau kota yang mempunyai universitas yang terkenal secara nasional. Namun, daerah kabupaten di Jawa Tengah ini sekarang sedang bergolak, meskipun tidak mempunyai perguruan tinggi yang terkenal. Rakyatnya berbondong-bondong hadir memprotes sang bupati. Rencana aksi massa itu sudah disuarakan melalui media sosial jauh hari, dan terbukti terlaksana hari ini. Peristiwa hari ini di Pati semestinya bisa menjadi bahan mawas diri bagi kalangan eksekutif dan legislatif di daerah mana pun bahwa rakyat juga punya keberanian untuk bersuara dan bersikap.

“(Korlip).

No More Posts Available.

No more pages to load.