Iming-iming Tonton Drama Korea,Hadiah Tidak Jelas Kuota Sekarat

oleh -5 Dilihat
Keterangan Foto: Ilustrasi Film Drama

SURABAYA, paradigmanasional.id Ada-ada aja cara agar mendapatkan uang di berbagai Media Sosial, seperti yang telah dikenal seluruh dunia yakni Facebook,Youtube, Tiktok, bahkan Instagram, Hasil tersebut diketahui nyata, selain jumlah konten semakin banyak diupload, juga peluang dapat tambahan income dari iklan pun bisa nyata diperoleh.

Ada kabar baru dari apa yang dialami warga Indonesia tepatnya beberapa warga di Surabaya, Jawa Timur, Dengan adanya aplikasi baru tersebut jika menonton sebuah cuplikan video (Film Drama), penonton dijanjikan bisa mendapatkan hadiah bahkan tergolong lumayan.

Aplikasi baru itu rata-rata diduga buatan dari Negeri Tirai Bambu, Karena seluruh film yang ditayangkan baik pemerannya dan suasana lokasi film pun berada dari negara tersebut.

Pengalaman yang disampaikan yakni merupakan pengalaman kecewa, Salah satu warga Surabaya tersebut berinisial FS, jika mengungkapkan kalau dirinya belum lama ini merasa dibohongi, selain apa yang dijanjikan diduga tak sesuai, karena dugaan kuat dari tontonan tersebut tidak ada batas akhir untuk benar-benar dapat hadiah, sebagaimana yang ditampilkan pada website.

Tidak hanya itu saja setelah ditelusuri alamat detail perusahaan pun ternyata tidak tertera pada aplikasi, termasuk nomor telepon dan saluran lainnya, sebagaimana yang ada pada website maupun aplikasi beberapa media sosial lainnya, Menurutnya jika aplikasi tersebut dengan nama BSD benar menawarkan hadiah paling tidak ada kontak pengaduan dan sebagainya.

“Saya merasa benar-benar dibohongi, karena saya coba ikuti terus apa yang diarahkan, dan itu ditampilkan selalu bagian pojok atas website misal minimal Rp 700.000 baru bisa ditarik, eh setelah mencapai target malah disuruh tonton 14 iklan lagi, lalu saya coba ikuti arahan lagi, ternyata saya dikerjain dan harus tonton 20 iklan lagi, padahal uda selesai tonton 14 iklan, itu pun iklannya bukan sebentar tapi lama kali,” ujar pria yang mengaku dirugikan, Sabtu (22/8/2026).

Kerugian yang ia alami menurutnya dinilai sangat wajar, selain harus menggunakan Kuota Internet, dan waktunya pun terbuang yang bukan harusnya sesuai selerah sebagai sarana hiburan, juga dapat membuat dampak lain seperti Hand Phone cepat rusak dan kesehatan pada mata.

“Kita nonton itu kan menggunakan kuota internet dan data itu kita kan beli, belum lagi waktu yang terbuang dan kesehatan pada mata,” tegas warga yang juga diketahui tergabung diberbagai organisasi.

“Harusnya kalau perusahaan yang membuat benar-benar menciptakan produk bisa mendapatkan cuan bagi pihaknya, dengan cara dapat dari google yaitu Pay Per Klik belum juga bayaran dari iklan perusahaan yang ditonton, tapi kan jika itu perusahaan memang benar-benar resmi harusnya tampilkan alamat lengkap seperti email yang benar dan sarana pengaduan lainnya kwatirnya ini modus scam,” lanjutnya dengan rasa kecewa berat.

Ia berharap kepada pengguna hand phone lainnya supaya tidak tergiur apa yang ditawari, sebaiknya sebelum melakukan lebih lanjut telusuri dulu websitenya, karena harus ada aturan petunjuk yang benar diinformasikan.

“Saya berharap agar tidak ada pihak lain yang kecewa, sepertinya saat ini bukan hanya saya saja, melainkan teman-teman saya juga namun mereka beda nama aplilkasinya dan belum diketahui apakah sama modusnya,” tandasnya.

Lanjut ia menegaskan dan meminta khususnya terhadap pemerintah pusat seperti Komdigi, Kementerian Komunikasi dan Digital, harusnya bisa melacak bentuk aplikasi seperti itu bila perlu di filter (Blokir), supaya tidak ada warga indonesia dirugikan, belum lagi bebasnya aplikasi video yang tak pantas bagi anak dibawah umur, karena bisa dengan mudah didapat.

(Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.