
Jakarta, paradigmanasional.id – Senin : 27 Februari 2024.Carut marut hasil rekapitulasil perolehan suara pemilu 2024 menjadi perhatian publik baik didalam negeri ataupun di luar negeri, tak terkecuali pasangan calon presiden dan wakil presiden ataupun para calon legislatif tingkat daerah kabupaten dan kota, provinsi sampai DPR RI.
*Dilansir dari laporan Majalah Tempo edisi pekan ini berjudul Huru-hara Manipulasi Suara, aplikasi Sirekap dikembangkan pertama kali pada 2020 oleh Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada 2021, KPU membuat nota kesepahaman dengan ITB soal pengembangan teknologi Sirekap. Saat itu proyek pengembangan aplikasi Sirekap menghabiskan dana senilai Rp 3,5 miliar.*
*Proyek tersebut dikomandoi oleh Wakil Rektor ITB, Gusti Ayu Putri Saptawati. Proyek yang dijalankan tersebut tak diketahui oleh banyak civitas akademika ITB. Hal tersebut disampaikan oleh seorang dosen ITB. Ia bercerita bahwa tak banyak yang tahu proyek pengembangan aplikasi Sirekap. Dalam proyek itu pula, Gusti Ayu tidak menyertakan ahli kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).*
*Sebelumnya Gusti Ayu dan tim ITB juga terlibat dalam pembuatan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) Pemilu 2019 untuk KPU. Saat itu, Tim Situng ITB beranggotakan 27 orang dosen program studi Teknk Informatika. Banyaknya anggota sesuai pekerjaan yang kompleks dan kritikal*
*Dikutip dari laman ITB, Gusti Ayu merupakan dosen di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika ITB. Ia memiliki keahlian di bidang Rekayasa Perangkat Lunak dan Pengetahuan. Saat ini, ia menjabat sebagai Wakil Rektor ITB periode 2020-2025.*
(Pimred).





