Kemenag, Sidang Sidang Isbat Untuk Lebaran 2024 Digelar 9 April, Akan Pantau Hilal di 120 Titik.

oleh -801 Dilihat

Jakarta, paradigmanasional.id Minggu, 7 April 2024.Mengutip dari laman Kemenag RI, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam, Kamaruddin Amin menerangkan bahwa sidang isbat lebaran 2024 akan dilakukan pada tanggal 9 April 2024. Sidang ini akan diadakan di Auditorium HM. Rasjidi, Kantor Kemenag RI, Jalan MH. Thamrin, Jakarta

Kementerian Agama untuk sidang Isbath akan memantau di 120 titik pada tanggal 9 April 2024 untuk menentukan lebaran Idul Fitri 1 Syawal 1445 H.

Sidang Isbat penetapan 1 Syawal 1445 Hijriah ini juga menjadi penentu hari raya Idul Fitri yang akan digelar pada Selasa, 9 April 2024. Gelaran sidang Isbat Lebaran 2024 itu bertepatan dengan Ramadan hari ke-29 yang ditetapkan oleh pemerintah.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan pelaksanaan sidang isbat merupakan penetapan secara formal sesuai undang-undang. Dijelaskannya, Dasar hukum sidang isbat tercantum dalam Pasal 52 A Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 tentang Peradilan Agama.

Pasal itu menyebutkan Pengadilan Agama memberi isbat kesaksian Rukyatul hilal dalam penentuan awal bulan tahun hijriah. “Meski semua orang sudah mengetahui posisi hilal, tapi sidang isbat penting dan harus dilakukan, karena sidang isbat selain forum penetapan formal, juga forum silaturahmi dan antar literasi,” kata Kamaruddin dalam keterangannya.

Dalam pelaksanaannya, sidang isbat ini akan dihadiri oleh berbagai unsur lintas sektor, mulai dari Kementerian Agama, DPR dan organisasi masyarakat atau ormas Islam, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhamadiyah.

Sidang isbat akan diawali dengan Seminar Pemaparan Posisi Hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Berdasarkan data hisab, ijtimak terjadi pada Selasa, 29 Ramadan 1445 H / 9 April 2024 M sekitar pukul 01.20 WIB. Saat matahari terbenam, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia berada di atas ufuk antara 4° 52.71′ (empat derajat lima puluh dua koma tujuh puluh satu menit) sampai dengan 7° 37.84′ (tujuh derajat tiga puluh tujuh koma delapan puluh empat menit) dan sudut elongasi 8° 23.68′ (delapan derajat dua puluh tiga koma enam puluh delapan menit) hingga 10° 12.94′ (sepuluh derajat dua belas koma sembilan puluh empat menit). “jelasnya.

“Berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), posisi hilal dimaksud telah memenuhi kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat,” kata Kamaruddin.

Kemenag juga juga akan melakukan pemantauan hilal atau Rukyatul hilal di berbagai provinsi. “Untuk sidang isbat awal Syawal ini, Kementerian Agama akan menurunkan tim ke 120 lokasi di seluruh Indonesia. Mereka akan melaporkan, apakah pada hari itu hilal terlihat atau tidak,” kata Kamaruddin.

Selanjutnya hasil hisab dan Rukyatul hilal ini akan dibahas dan ditetapkan dalam sidang isbat. “Jadi kapan Hari Raya Idul Fitri, kita masih menunggu keputusan sidang isbat. Hasilnya akan diumumkan secara terbuka melalui konferensi pers,” pungkasnya.

*Lebaran Idul Fitri 2024 Diprediksi Bakal Serentak*

Mengutip dari laman detikNews, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Saiful rahmat Dasuki, memprediksi 1 Syawal lebaran Idul Fitri 2024 jatuh pada Rabu, 10 April 2024. Dengan demikian, perayaan Idul Fitri 2024 kemungkinan besar akan dilaksanakan secara serentak.

“Dengan kondisi seperti itu insyaallah di Hari Raya Idul Fitri akan diselenggarakan secara bersama-sama bagi seluruh umat muslim di seluruh Indonesia,” ujar Wamenag yang dikutip Sabtu (06/04/2024).

Kendati demikian, perkiraan ini masih harus dikonfirmasi melalui sidang isbat yang dijadwalkan pada tanggal 9 April.

(Pimred).

No More Posts Available.

No more pages to load.