
Jakarta, paradigmanasional.id – Rabu : 6 November 2024.Demi tercapainya akselerasi swasembada pangan seperti yang sudah di canangkan oleh Presiden dan Wakil Presiden RI ke.8 Bapak Prabowo Subianto dan Gibran Raka Bumingraka dalam Kabinet Merah Putih, seluruh jajaran kementerian harus keras mengikuti program yang telah di canangkan yaitu swasembada pangan.
Pembahasan kerjasama strategis nasional dalam rangka percepatan Program swasembada pangan Nasional. Maka dengan ini kementerian (BUMN) badan usaha milik negara Erick Thohir melakukan kolaborasi bersama Kepala Badan Gizi Nasional “Dadan Hindayana.
Dengan adanya pertemuan ini sehingga bisa memfokuskan pentingnya kolaborasi antara Kementerian BUMN dan Badan Gizi Nasional dalam mensukseskan program makan bergizi gratis sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia “Prabowo Subianto.
Kementerian BUMN menjelaskan untuk poin utama yang dijelaskan adalah inisiatif pendirian satuan Pelayanan Gizi (SP) yang digodok untuk menyediakan makanan bergizi bagi masyarakat di seluruh Indonesia tidak hanya itu (SP) diharapkan ditargetkan dapat melayani sekitar 3000 peserta dengan menyediakan makanan bergizi gratis sehari sekali kalau memungkinkan 5 kali dalam seminggu, yakni dari hari Senin hingga hari Jum’at.
Untuk tercapainya Program Swasembada Pangan sangatlah penting antara BUMN dan Badan Gizi Nasional saling melakukan kolaborasi agar bisa mendapatkan hasil yang maksimal dengan tujuan apa yang diharapkan. Ucap Erick saat menerima kunjungan Dadan di Kantor Kementerian BUMN. Jakarta Selasa (5/11/2024)
Dengan adanya dukungan penuh terhadap Program yang telah di cetuskan oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto maka lebih terfokuskan terhadap peran BUMN sehingga dapat terjalin ekosistem yang terintegrasi dalam mendukung Operasional SP. untuk kedepannya Kementerian BUMN, BUMN termasuk Badan Gizi Nasional sudah siap melaksanakan demi tercapainya dalam hal Program Makan Bergizi Gratis atas arahan dari Presiden RI Prabowo Subianto.
Dengan adanya kolaborasi yang kuat dan erat maka dapat dipastikan distribusi pangan bergizi yang merata dan berkelanjutan di seluruh wilayah indonesia. Ucap Erick
Seperti kita ketahui pembentukan SP membutuhkan dana investasi sekitar Rp 3 Milliar- Rp 5 Milliar dimana dana itu bersumber dari APBN. SP juga tidak bisa berdiri dengan sendirinya pasti dibutuhkan dengan BUMN, instansi-instansi seperti TNI, Kontribusi BUM-Des termasuk pihak swasta akan kita libatkan. Berdasarkan Operasional nantinya SP akan dibantu oleh APBN dengan ranges (rata-rata) anggaran sekitar Rp 11 Milliar pertahun. Untuk dana operasional bervariasi tergantung pada lokasi, biaya pangan dan logistik di tiap-tiap wilayah.
Tidak menutup kemungkinan SP juga membutuhkan ekosistem yang terintegrasi dari beberapa BUMN terutama BUMN Klaster pangan seperti PTPN, RNI dan Bulog. Ucap Erick

Setelah adanya pertemuan dan juga di hadiri sejumlah direksi yakni PLN, Pertamina, PGN, BRI, BNI, Mandiri, ID Survey termasuk Telkomsel. Diharapkan untuk kedepannya kehadiran perwakilan dari BUMN Pangan dapat memperkuat ekosistem pangan dengan peran khusus di BUMN Klaster pangan seperti Bulog , RNI dan PTPN demi tercapainya Program yang dicetus oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
Penulis: *Ar-Bang Kocak.*





