Lagi-Lagi, Proyek FR Gedangan Terhambat Tiang PLN, Ada Apa?

oleh -278 Dilihat

Sidoarjo (paradigmanasional.id) – Penuntasan proyek pembangunan Frontage Road (FR) di wilayah pemukiman Desa Gedangan Kecamatan Gedangan terkendala tiang Trafo PLN yang belum dipindahkan sampai saat ini.

Hingga kini Tiang tersebut masih berada di tengah lahan yang akan dijadikan Badan Jalan Beton, yang menghubungkan dari Jl Juanda dengan Desa Betro, Kecamatan Gedangan tersebut.

Akibatnya dari pihak Kontraktor pembangunan FR, PT Gorip Nanda Guna hingga kini belum bisa melanjutkan pekerjaannya.

General manager PT Gorip Nanda Guna, Yudi Sulistiawan ST mengatakan, bahwa Pemindahan dari Tiang itu merupakan tugas PT PLN sebagai pemilik properti tersebut. Pihaknya juga sudah melunasi biaya Pemindahan Tiang Listrik itu ke Badan Usaha Milik Negara.

“Tapi menurut informasinya, belum bisa digeser, karena dari pihak Bina Marga yang justru belum melunasi Lahan Milik Warga yang akan ditempati terkait Tiang itu. Karena pihak PLN sendiri masih harus menunggu,” tutur Yudi yang saat dihubungi melalui HP-nya, Kamis (23/12/2021) siang tadi.

Lebih lanjut dikatakannya, sampai saat ini progres Pembangunan Jalan Tembus untuk mengurai kemacetan Lalulintas di kawasan Gedangan hingga di Sidoarjo itu sudah mencapai 91%.

Bahkan beliau optimistis mampu menuntaskan pekerjaannya, sebagaimana tertuang dalam Adendum Perjanjian Kerjasama antara pihaknya dengan Pemkab Sidoarjo tersebut.

Bahkan Plt Kadis PUBM & SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono yang dihubungi terpisah mengatakan, rencananya Tiang Listrik tersebut akan dipindahkan di Lahan antara Pagar Pembatas Jalan dengan Saluran Air atau Pedestrian.

Menurutnya beberapa metode pemindahan sudah dirancang apabila ada Kendala Lahan. Maka Metode ini masih menjadi dasar pertimbangan panjang antara PU BM & SDA dengan pihak PLN.

“Karena kalau dipasang sesuai kondisi yang ada, akan terjadi Zig Zag dalam Pemasangan Tiang. Semoga hal ini PLN dapat segera memberikan solusinya agar Tiang Jaringan Listrik ini segera dapat dipindahkan dari Badan Jalan FR,” tandasnya.

Sementara itu, pihak Wakil Ketua Komisi C DPRD Sidoarjo, Anang Siswandoko yang melakukan Sidak bersama anggota Komisi, yang membidangi Pembangunan Infrastruktur tersebut mendesak pihak Kontraktor, memastikan Keamanan pengendara yang melintas di Kawasan Proyek.

Pasalnya, proses Pengecoran yang dilakukan baru setengah Badan Jalan. “Metode pengecorannya kan “Spot per Spot”. Jadi banyak Besi Beton yang menjorok ke Jalan Warga. Ini yang harus diamankan,” tambahnya.

Beliau berencana, pihaknya akan kembali mengundang pimpinan PU Bina Marga dan Sumber Daya Air (BM & SDA) serta dari pihak Kontraktor dalam forum Rapat Dengar Pendapat untuk dapat menanyakan Komitmen, keduanya Menuntaskan Proyek ini.(hans/pram)

No More Posts Available.

No more pages to load.