
Sidoarjo, paradigmanasional.id – Pembangunan kolam perikanan Dusun Pilang Desa Pilang Kecamatan Wonoayu Tahun anggaran 2023 wujud realisasi pos anggaran pemberdayaan masyarakat desa. Hal ini sesuai yang dilaporkan pihak pemdes Pilang pada Kemenkeu melalui aplikasi Om – Span (online monitoring sistem perbendaharaan negara) sesuai dengan perencanaan awal baik fisik maupun estimasi biaya yang dianggarkan.
Hasil penelusuran awak media (5/8) di lokasi, kolam ikan berada diatas tanah kas desa, kolam dengan ukuran lebar 8 panjang 10 meter (perkiraan) terbagi atas 3 kolam tersebut telah terisi penuh ikan, baik nila, lele dan gurame. Kondisi kolam tersebut terawat, hanya memasuki area TKD saja yang kurang terawat, nampak beberapa karung pakan ikan dan sisa bangunan bekas rumah makan yang terbengkalai.
Beberapa warga sekitar mengatakan, “kolam ikan dirawat secara berkala kok mas, pagi dan sore hari selalu ada petugas yang datang yang merawatnya, biasanya ya Pak Carik (Sekdes), untuk komplek memasuki area TKD aja yang kurang diperhatikan”, ujar warga (5/8) pada awak media.
Menurut Kepala Desa Pilang H. Alfadi “Perlu saya tambahkan mas, pada pos anggaran tersebut hanya berupa fisik, yaitu kolam 3 tersebut. Kolam yang 2 itu sisa dari penyewa tanah TKD sebelumnya (usaha rumah makan lesehan bakaran ikan), pihak penyewa hanya bertahan beberapa bulan karena situasi ekonomi yang tak kunjung stabil, disini pihak desa amat diuntungkan, beberapa fisik bisa dimanfaatkan kembali, andai kami membangun dari nol maka akan memakan biaya yang besar, untuk pemanfaatannya perlu perencanaan terukur dan baik.
Seperti beberapa konstruksi bangunan dan jalan setapak yang tampak rusak, namun bisa kami pergunakan kembali dengan beberapa perbaikan ringan. Karena kami hanya mengalokasikan kolam pada Tahun 2023 maka sempat menjadi perbincangan dari teman – teman dipemdes akhirnya sambil menunggu dianggarkan lagi pihak pemdes pun berinisiatif mengisinya dengan ribuan bibit ikan, karena sifatnya sementara dan diambilkan dari dana inisiatif hasilnya pun kami peruntukkan bagi masyarakat atau warga Desa Pilang yang membutuhkan, dengan syarat sewajarnya agar ikut bisa merasakan semua. Sambil menunggu suntikan dana kolam tersebut.

Tujuannya agar azas manfaatnya dapat dirasakan, utamanya bagi warga dan masyarakat Pilang. Jadi kurang tepat bila dikatakan kurang terawat, buktinya kolam tersebut secara berkala dirawat pagi dan sore, hanya komplek TKD tersebut amat luas kemudian bekas rumah makan yang saya ungkap tadi. Hal ini memang sesuai dengan rencana awal dalam peananganan TKD”, ujar Alfadi (5/8) didampingi sekretris Desa Pilang Arip Masjidin dan bendahara desa Yusuf pada paradigmanasional.id
(daulat)






