Lawang – Kabupaten Malang, paradigmanasional.id – Gelaran Festival Band se-Malang raya telah dan akan dilaksanakan dalam durasi waktu November hingga Desember dan ditutup dengan Tribut to Ucok Aka Harahap pada 30 dan 31 Desember 2023.
Festival band ini digelar setiap hari Minggu mulai pukul 09.00 wib hingga selesai, di pemandian Kalireco, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Yang menampilkan peserta dari kalangan pelajar, mahasiswa dan umum. Disetiap Minggu akan tampil sekitar 4 hingga 5 group band dengan membawakan 3 lagu bebas.
Awak media paradigmanasional.id yang sempat mendatangi lokasi pada Minggu, 12 November 2023 kemarin, menyaksikan bahwa acara tersebut memang menarik minat segala penikmat genre musik band dari segala lapisan usia. Mereka larut dalam hentakan musik dari atas panggung.
Gagasan atau ide giat festival band ini datang dari komunitas NarubuK Production Lawang, yang dimotori oleh Danam Sidanofi, jebolan jurnalistik yang antusias pada perkembangan musik.
NarubuK adalah sebuah komunitas yang berisi sekumpulan orang yang aktif di dunia musik, band, penggiat seni dan budayawan. Kejenuhan dan aktifitas membuat mereka sering berkumpul untuk melepaskan penat dengan bermain musik di sebuah studio musik sederhana yang lokasinya kebetulan berdekatan dengan area pemakaman umum.
Hal inilah yang kemudian menginspirasi mereka untuk membuat sebuah komunitas bernama NarubuK sebagai wadah untuk menyalurkan hobi dan berkegiatan. Malang memang identik dengan pemakaian bahasa atau kosa kata terbalik. Misalnya makan menjadi nakam, tidak menjadi kadit dan NarubuK sendiri adalah Kuburan.
“Orang lain boleh berpersepsi tentang nama komunitas kami, tetapi bagi kami NarubuK sarat dengan makna ketenangan, kepastian, konsistensi dan kebersamaan.” Jelas Danam.
Dan festival band ini di adakan dalam tujuannya membangkitkan kembali musik band yang begitu atraktif di era tahun 1980 – 1990an. Musik band sendiri sempat mati suri digerus perkembangan tehnologi. Dimana musikalitas menurun, dan studio – studio musik yang dulu begitu menjamur kemudian tidak lagi ada. Kerinduan itulah yang menggugah komunitas ini ingin mengembalikan era jaya musik band dengan skill bermusik yang mumpuni.
Kepada awak media paradigmanasional.id, Danam menyampaikan tentang visi dan misinya yang ingin merubah paradigma umum tentang bermusik identik dengan narkoba, miras dan broken home. Itu adalah sebuah pandangan yang salah. ” Kami juga ingin mengembalikan ramainya life musik dan event sejenis sebagai ajang silaturahmi dan bisnis yang prospektif.” Jelasnya.
Pelaksanaan festival band di pemandian Kalireco, Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang ini juga didukung oleh bapak Haryono selaku pemilik usaha kuliner berlabel Wande, yang kebetulan juga berada di lokasi pemandian.
Komunitas NarubuK sendiri akan terus berkreasi dan berkolaborasi dengan para penggiat seni dan budayawan dalam penggabungan semua elemen seni di event-event selanjutnya.
Shirley





