Pembangunan SMP 2 Prambon Sarat Penyimpangan, LIRA Ancam Laporkan PPK Terkait

oleh -2550 Dilihat
oleh
Papan keterangan Proyek Tidak mencantumkan nominal tender

Sidoarjo, paradigmanasional.id – Kejahatan kerah putih dilingkungan Pemkab Sidoarjo semakin hari semakin menggila, khususnya di dinas pendidikan. Paket pembangunan unit sekolah baru (usb) SMPN 2 Prambon dengan nominal Rp. 6.588.145.260.00,- CV. Cipta Buana sebagai pemenang tender patut disoroti.

Bupati LIRA (lumbung informasi rakyat) Kabupaten Sidoarjo, Winarno, S.T, S.H, M.Hum (21/10) saat sidak dialokasi mengatakan, “Laporan dari masyarakat sudah masuk terkait adanya indikasi permainan di paket ini, tentunya kamipun selaku kontrol sosial menjalankan amanah tersebut.

Hasil lapangan hari ini akan kami dalami dan analisa apakah ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaannya atau tidak, memang Beberapa aturan main ada yang diabaikan, seperti memasang papan Kegiatan proyek tersebut, tampak nominal harga tender tidak dicantumkan, padahal papan Kegiatan tersebut salah satu wujud transparansi pada masyarakat luas agar sadar bahwa pajak yang mereka bayarkan salah satunya untuk proyek tersebut hal ini pun sejalan dengan UU KIP nomer 14 Tahun 2008.

Bupati LIRA Sidoarjo, Winarno, ST, SH, M.Hum saat sidak pembangunan SMP 2 Prambon

Kelengkapan K3 (keselamatan dan kesehatan kerja) pun diabaikan kontraktor, padahal anggaran untuk membeli perlengkapan K3 sudah termasuk (include) pada paket pekerjaan tersebut, seperti helm keselamatan proyek, rompi, sepatu boot serta kelengkapan proyek pendukung lainnya. Nominalnya tentu berapa persen dari nilai paket tersebut”, pungkas Winarno pada awak media. Di Lokasi proyek beberapa personil LIRA menunjukkan beberapa penyimpangan, seperti penggunaan besi banci, “monggo mas anda ambil fotonya, ini patut dipertanyakan penggunaan besi banci ini”, imbuh Mbah To seraya menyodorkan besi banci tersebut.

Di Lokasi yang sama nampak beberapa warga mencari mandor guna mendapatkan pekerjaan, salah satu warga yang mencari pekerjaan menyebutkan, “semua dibawa dari Pasuruan, mosok penduduk sekitar tidak dilibatkan mas”, gerutu warga pada paradigmanasional.id. Kepala Dinas Kabupaten Sidoarjo, Dr.Tirto Adi, M. Pd. saat dikonfirmasi via pesan whatsapp (21/10) tidak merespon, hingga berita diturunkan. (daulat)

No More Posts Available.

No more pages to load.