Pentingnya Self-Reward, tapi Jangan Dijadikan Kedok Sikap Konsumtif

oleh -2340 Dilihat
oleh

Surabaya, Paradigmanasional.id –  Saat ini istilah self-reward sudah tidak asing di telinga masyarakat. Self-reward sendiri dapat diartikan sebagai suatu perilaku mengapresiasi diri sendiri atas perjuangan atau pencapaian terhadap suatu hal. Apresiasi ini dapat melalui membeli sesuatu yang ditujukan untuk diri sendiri, berlibur atau jalan-jalan ke tempat yang diinginkan, serta meluangkan waktu untuk bersenang-senang dan melakukan hobinya. Banyak sekali manfaat yang diberikan oleh tindakan self-reward ini, beberapa di antaranya adalah :

a. Meningkatkan motivasi untuk diri sendiri dalam meraih tujuan.

Ketika seseorang sudah menentukan targetnya untuk apa yang harus dihadiahkan untuk diri sendiri sebagai bentuk self-reward, seseorang lebih termotivasi dan optimis dalam mencapai tujuan yang ingin dicapainya. Bahkan, tidak jarang yang dapat melakukan tindakan maksimal dalam mencapai tujuannya tersebut.

b. Sebagai bentuk self-love.

Self-reward sendiri merupakan suatu aktivitas yang ditujukan kepada diri sendiri sebagai bentuk apresiasi, hal ini juga menunjukkan sikap cinta kepada diri sendiri. Di mana, seseorang menganggap dirinya telah melakukan yang terbaik.

c. Seseorang bisa menjadi lebih produktif.

Seperti yang dijelaskan pada poin pertama, bila self-reward juga dapat meningkatkan motivasi. Dari motivasi tersebut, seseorang dapat menjadi lebih produktif dalam menjalankan hari-harinya. Seseorang menjadi lebih fokus dalam mencapai tujuannya dan melakukan hal-hal yang berguna untuk mempercepat tergapainya tujuan tersebut.

d. Mengurangi stress.

Self-reward ini merupakan bentuk self-healing. Ketika seseorang sudah terlalu penat dalam berjuang mencapai tujuannya, di titik akhir saat seseorang tersebut berhasil, ia akan merasa lelah atas perjuangannya itu. Dan di sini lah self-reward bertindak sebagai self-healing, self-reward menjadi bentuk refreshing kepada seseorang. Sehingga, dengan mengapresiasi diri sendiri dengan memberikan hadiah untuk diri sendiri, hal tersebut dapat mengurangi rasa stress seseorang setelah perjuangannya.

Self-reward pun mendapatkan perhatian yang banyak di kalangan masyarakat, bahkan tidak jarang netizen yang mengunggah postingan di media sosial dengan kata-kata “self-reward”, entah itu berupa foto atau video liburan, bentuk barang, dan aktivitas lainnya. Istilah ini menjadi terkenal digunakan oleh masyarakat luas. Sayangnya, terkadang masyarakat salah mengartikan bentuk self-reward itu sendiri. Terkadang seseorang menjadi bersikap konsumtif, dengan membeli barang-barang yang sebenarnya tidak terlalu ia perlukan dan tanpa berpikir dua kali atau berpikir matang dengan beralasan bahwa hal tersebut sebagai bentuk self-reward.

Apalagi saat ini sangat marak aplikasi e-commerce yang memberikan banyak diskon, terutama promo gratis ongkos kirim. Hal ini menjadi jalur masyarakat untuk bersikap konsumtif atau boros dengan alasan bahwa barang yang telah ia checkout merupakan bentuk self-reward. Yang seharusnya self-reward ini menjadi tindakan mengapresiasi diri sendiri, malah menjadi ancaman terhadap tingkat konsumsi dan keuangan seseorang.

Berikut cara-cara yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku konsumtif dengan kedok self-reward :

a. Membuat daftar apa saja yang akan menjadi bentuk self-reward ketika sudah berhasil mencapai tujuan.

b. Memberikan batasan untuk pengeluaran.

c. Menjadikan hal lainnya sebagai bentuk self-reward, seperti menonton film, bermain game, atau melakukan hobi lainnya yang berupa aktivitas yang dapat dilakukan tanpa mengeluarkan uang sedikit pun.

d. Berkomitmen kepada sendiri untuk tidak menjadikan self-reward sebagai alasan untuk bersikap konsumtif.

Jadi, apakah diri kamu sendiri telah melakukan self-reward dengan benar? Mulai sekarang, berhenti bersikap boros dan menghambur-hamburkan uang dengan menggunakan kata “self-reward” sebagai alasannya.

Artikel ditulis oleh : Cherry Amanda –  mahasiswi Unair Surabaya.

 

No More Posts Available.

No more pages to load.