Peringatan HUT RI ke 80 di DAS Brantas Penanggungan Kota Malang Sarat Makna.

oleh -543 Dilihat
oleh

Malang, paradigmanasional.id 17 Agustus 2025. Dalam memperingati hari kemerdekaan RI yang ke 80, warga RW 5 kelurahan Penanggungan, kota Malang bersama dengan salah satu tokoh budaya kota Malang Isa Wahyudi atau kerap disapa Ki Demang, melakukan upacara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang membelah kota Malang.

Warga sekitar daerah aliran sungai dari RT 1 hingga RT 7, RW 5, kelurahan Penanggungan, kota Malang, yang di kenal sebagai kampung gerabah, bersama dengan sekitar lima belas komunitas kota Malang membentangkan bendera merah putih sepanjang 80 meter setelah sebelumnya melakukan kirab di sepanjang jalan Mayjen Panjaitan.

Arak-arakan kemudian menuju ke DAS Brantas untuk melakukan upacara bendera. Walaupun perjalanan tidak mudah dan cuaca panas, tetapi sekitar 150 lebih pendukung acara begitu bersemangat melakukan giat HUT RI ke 80 tersebut.

Makna kegiatan yang dilakukan di bibir sungai tersebut dimaksudkan agar sungai yang mempunyai fungsi vital tetap lestari dan diperhatikan.
“Sungai harus menjadi halaman depan rumah kita, bukan lagi halaman belakang. Tujuannya agar sungai tetap lestari, tetap terjaga fungsi dan kebersihannya” Ucap Ki Demang.

Selain menjaga keseimbangan alam, Ki Demang juga menginginkan perhatian pemerintah terhadap keberadaan Kampung Gerabah yang mulai suram. Kampung penghasil gerabah pertama di kota Malang ini, kini hanya menyisakan sekitar empat pengrajin gerabah saja. Setidaknya ada bantuan dan upaya dari pemerintah untuk menghidupkan kembali roda ekonomi di kampung gerabah.

Dan yang paling penting dalam upacara bendera ini, Ki Demang sebagai salah satu tokoh yang bersuara keras dalam pengumpulan tanda tangan petisi “Berkebaya Sopan” menekankan kepada seluruh perempuan Indonesia agar menjaga marwah kebaya sebagai busana peninggalan leluhur yang telah diakui dunia sebagai busana nasional Indonesia.

“Saya sangat miris dengan pemakaian kebaya yang akhir-akhir ini sangat marak dipadukan dengan ‘jarit’ mini, sehingga menimbulkan pornoaksi dan pornografi. Marilah kembalikan kebaya sebagai fungsi busana yang sopan, sesuai dengan marwahnya. Jangan digunakan untuk hal hal yang berkesan tidak sopan.” Ujar Ki Demang dengan ekspresi prihatin.

Harapan terbesarnya adalah, beberapa point yang disampaikan dalam rangkaian peringatan HUT RI ke 80 ini akan terwujud dan menjadi awal kebaikan untuk berbagai pihak.

Upacara di selasar aliran sungai Brantas ini terlihat sederhana namun begitu sarat makna. Dan diakhiri dengan lomba-lomba khas 17 Agustus-an. (Shirley)

No More Posts Available.

No more pages to load.