
Bekasi, paradigmanasional.id – Komitmen menyelamatkan generasi muda Indonesia dari ancaman penyalahgunaan narkoba, bullying, serta ketertinggalan pendidikan kembali ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Ketua Umum Gaharu Nusantara Bersinar (GNB), Vernando Sihombing, dengan Ketua Umum Kawal Gibran Bersama (KGB), Roman Sibuea. Pertemuan tersebut turut didampingi oleh Daniel Sihombing selaku Bidang Bisnis dan UMKM KGB.
Pertemuan berlangsung selama kurang lebih tiga jam di Hotel Horison Bekasi Selatan, membahas rangkaian kerja sama konkret antara GNB dan KGB dalam upaya menyelamatkan generasi muda bangsa Indonesia dari berbagai ancaman sosial yang semakin kompleks.
Edukasi sebagai Pilar Utama Pencegahan
Dalam pertemuan tersebut, kedua organisasi sepakat bahwa edukasi merupakan fondasi utama dalam membangun ketahanan generasi muda. Penyalahgunaan narkoba, praktik bullying, dan ketertinggalan pendidikan bukan hanya persoalan individu, tetapi merupakan ancaman serius terhadap masa depan bangsa.
Ketua Umum GNB, Vernando Sihombing, menegaskan:
“Pencegahan bahaya narkoba harus dilakukan dengan cepat, humanis, dan terukur. Kita tidak boleh hanya berbicara pada tataran wacana, tetapi harus menghadirkan program nyata yang menyentuh langsung generasi muda di sekolah, kampus, dan komunitas.”
Ia menambahkan bahwa pendekatan yang digunakan harus bersifat kolaboratif, melibatkan keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, serta berbagai elemen masyarakat.
Sinergi dan Kesamaan Visi
Roman Sibuea menyampaikan bahwa dirinya sangat memahami pergerakan dan perjuangan yang dilakukan oleh Gaharu Nusantara Bersinar, mengingat beliau pernah berada dalam organisasi tersebut dan berjuang bersama dalam berbagai program sosial.
“Saya memahami DNA perjuangan GNB. Gerakan ini lahir dari kepedulian nyata terhadap generasi muda. Karena itu, sinergi antara KGB dan GNB adalah langkah strategis untuk memperluas dampak,” ujar Roman Sibuea.
Kolaborasi ini akan difokuskan pada kampanye edukasi anti narkoba, pencegahan bullying di lingkungan pendidikan, serta program pendampingan untuk mengatasi ketertinggalan pendidikan melalui pelatihan, literasi digital, dan pemberdayaan UMKM bagi keluarga terdampak.
GNB: Melek Politik, Tetap Independen
Dalam kesempatan tersebut, Vernando Sihombing juga menegaskan bahwa GNB bukanlah organisasi yang anti politik. Justru sebaliknya, GNB mendorong seluruh anggotanya untuk memiliki kesadaran dan literasi politik yang baik.
“Kami tidak anti politik. Kami menghimbau seluruh anggota GNB untuk melek politik, memahami arah kebijakan bangsa, dan turut berkontribusi secara cerdas dan bertanggung jawab demi masa depan Indonesia,” tegas Vernando.
Menurutnya, kesadaran politik yang sehat akan memperkuat gerakan sosial dan memastikan kebijakan publik berpihak pada penyelamatan generasi muda.

Menuju Indonesia Bersinar
Pertemuan tersebut menghasilkan komitmen bersama bahwa GNB dan KGB akan terus bergerak dan berjuang bersama dalam program-program edukatif dan preventif di berbagai daerah.
Kedua organisasi optimis bahwa melalui kerja sama yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan, Indonesia dapat melahirkan generasi yang bebas narkoba, bebas bullying, serta memiliki akses pendidikan yang merata dan berkualitas.
“Kami akan terus bergerak sampai melihat Indonesia benar-benar bersinar generasi mudanya sehat, cerdas, dan berkarakter,” tutup pernyataan bersama kedua pimpinan organisasi.
Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian, GNB dan KGB mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam gerakan penyelamatan generasi muda demi terwujudnya Indonesia yang lebih kuat dan bersinar.
(Red)





