Peserta Gathering Kecewa, Fasilitas Villa Welirang WS Trawas Mojokerto Dikeluhkan 

oleh -6 Dilihat

Trawas Mojokerto, paradigmanasional.id  – Pengalaman kurang menyenangkan masih dirasakan peserta Family Gathering Komunitas Jurnalis Hukum (JURKUM) Jawa Timur, yang diselenggarakan pada 18–19 Juli 2026 di Villa Welirang WS, RT.005/RW.002, Njuwok, Ketapanrame, Kec.Trawas, Kabupaten Mojokerto, Kekecewaan tersebut muncul setelah sejumlah peserta menilai fasilitas villa yang digunakan tidak sesuai dengan harapan.

Momen kebersamaan itu bertepatan dengan berlangsungnya pertandingan semifinal Piala Dunia. Namun, suasana yang semestinya dinikmati bersama menjadi kurang maksimal karena 2 Unit Televisi di villa yang ditempati peserta dilaporkan tidak berfungsi, sehingga mereka tidak dapat menyaksikan pertandingan tersebut.

Selain televisi yang tidak berfungsi fasilitas Wifi juga tidak tersedia, tak hanya itu peserta juga mengeluhkan kondisi kamar dan tempat tidur yang dinilai kurang layak. Beberapa fasilitas disebut tidak terawat sehingga mengurangi kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Salah seorang panitia mengungkapkan, sebelum rombongan tiba, pihak pengelola telah menyampaikan bahwa kerusakan pada batu dan keramik telah diperbaiki. Namun, setelah dilakukan pengecekan di lokasi, beberapa bagian lantai maupun didalam kolam masih dalam kondisi rusak, meski pada acara sebelumnya sempat mengakibatkan kaki seorang tamu mengalami luka ringan.

“Kami merasa kecewa karena sebelumnya diinformasikan kerusakan sudah diperbaiki. Ternyata masih ada keramik yang rusak sehingga ada peserta yang terluka sebelumnya. Kami merasa informasi yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya, namun bukan itu saja yang sangat disayangkan fasilitas normal pada umumnya setiap Villa seperti televisi saja tidak nyala meski ada 2 unit  dilantai 1 dan 2 sehingga keinginan nonton bareng (Nobar) pun gagal,” ujar panitia merasa kecewa.Senin (20/7/2026).

Sebelum mengetahui kondisi Televisi, panitia mengaku tidak menyangka jika saat dilokasi ternyata rusak, sehingga saat masih di Surabaya belum masuk tanggal acara peserta sudah sempat percaya dan tidak perlu dipertanyakan karena dianggap sebagai fasilitas utama.

Termasuk juga fasilitas permainan meja bilyard yang sudah tidak memadai,kapur steak dan kapur tangan tidak ada juga meja yang sudah pecah dan karpet yang tidak layak

Acara Family Gathering yang diikuti sekitar 35 jurnalis tersebut pada dasarnya bertujuan mempererat silaturahmi dan meningkatkan solidaritas antar anggota Komunitas Jurnalis Hukum (JURKUM) Jawa Timur.

Di luar persoalan fasilitas, sejumlah peserta juga mengaku merasakan suasana yang dianggap kurang nyaman selama menginap. Pengalaman tersebut kemudian memunculkan berbagai cerita mengenai kesan “angker” di lokasi villa. Namun, kesan tersebut merupakan pengalaman subjektif masing-masing peserta dan tidak dapat dipastikan secara objektif.

Sementara pihak pengelola Villa ketika dikonfirmasi hal itu, Ika mengaku tidak tahu, justru menyalahkan karyawan penjaga Villa.

“saya pun tidak .tahu.kalau tv ngak jalan pak tukang jaga nya ini.memang sudah parah mau saya pecat ya kasihan istri sakit tapi kerjanya.udah ngak.maximal,mohon maaf sebesar -bear nya atas ketidak.nyaamanan nya,” sahut pemilik villa, Senin (20//7/2026).

Panitia berharap pengalaman ini supaya tidak dialami para tamu-tamu lainnya, pengelola dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan, memastikan seluruh fasilitas berfungsi dengan baik, serta menjamin keamanan bangunan sebelum disewakan kepada tamu.

(Deksa)

No More Posts Available.

No more pages to load.