
Pamekasan, paradigmanasional.id – Polemik dugaan ketidaksesuaian menu (MBG) Makan Bergizi Gratis, dengan besaran anggaran yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional, (BGN) kian memanas. Pemilik Yayasan Al-firdaus Peltong, Pamekasan, madura Provinsi Jawa Timur, dengan menuding media jejakkasus.co.id telah memberitakan secara sepihak tanpa melakukan konfirmasi ke pihak dapur penyelenggara
Hal tersebut dilontarkan oleh salah satu yang mengklaim investor yayasan (SPPG) Satuan Pelanyanan Pemenuhan Gizi, al firdaus yang enggan di sebut namanya, bahwa menu pada saat itu sudah disusun berdasarkan pedoman dan standar gizi yang ditetapkan, serta memiliki komposisi variatif sesuai jadwal dan perencanaan distribusi.
“Menu yang disajikan saat itu sudah standar BGN, mekanisme sebelum penyaluran sudah di lakukan. Ahli gizi, Kepala SPPG, akuntan, serta chef juga sudah menyetujui untuk segera didistribusikan,” ujarnya didampingi kepala SPPG, Senin (02/03/2026)
Menurutnya, berita yang ditayangkan oleh media online jejakkasus.co.id tidak imbang tanpa dilengkapi cover both side, sehingga merugikan yayasan untuk saat ini.
“Pemberitaan media itu sangat merugikan SPPG Al-firdaus peltong, tanpa dilengkapi konfirmasi kekami,” tambanya
Sementara itu, sebelum berita awal diterbitkan oleh media jejakkasus.co.id dengan judul, “Menu MBG Diduga Milik SPPG Al-Firdaus Peltong Menuai Kritik Tajam Wali Murid, Mirip Sesajen dan Jajanan Pasaran.
Terlebih dahulu melakukan upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Al-firdaus peltong melalui pesan singkat WhatsAap pada kamis (25/02/2026) mulai dari jam 13:03 sampai 21:37 WIB. Upaya konfirmasi tersebut tidak membuahkan hasil dan responsif dari pihak SPPG.
(Efendi)





