
Surabaya, paradigmanasional.id – Polda Jawa Timur meningkatkan Pengamanan dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah atau 1 Suro dalam Penanggalan Jawa.
Sejumlah personel tambahan telah diterjunkan ke Polres Jajaran sesuai Kebutuhan dan Tingkat Kerawanan di masing-masing Wilayah.
Dalam hal ini Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K mengatakan, langkah itu dilakukan guna mengantisipasi potensi Gangguan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat ( Kamtibmas ) selama rangkaian terkait kegiatan Suroan.
Menurut Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K terkait dalam Pengamanan yang diberlakukan mulai 15 Juni hingga seluruh rangkaian kegiatan 1 Suro berakhir.
Pengamanan tidak hanya difokuskan di wilayah Madiun Raya, tetapi juga Surabaya Raya serta sejumlah di Daerah lain, yang diperkirakan menjadi Titik Pergerakan Massa.
“Adapun Personel disiagakan sesuai Permintaan dari masing-masing Polres, termasuk di Surabaya yang menjadi salah satu Daerah dengan Mobilitas peserta Cukup Tinggi,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K, pada Selasa (16/06/2026).
Disamping itu untuk Memperkuat Pengamanan dan Polda Jawa Timur, juga menerapkan sejumlah ketentuan bagi peserta kegiatan Pengesahan Warga Perguruan Silat.
Peserta maupun Pendamping Dilarang mengenakan Atribut atau Pakaian Sakral Perguruan saat Berangkat maupun Pulang dari Lokasi kegiatan.
Bahkan Kepolisian juga Mewajibkan Rombongan peserta menggunakan Kendaraan Roda Empat Tertutup tanpa Memasang Atribut Perguruan pada Kendaraan.
Tak hanya itu, Polisi menegaskan, juga Larangan Konvoi yang berpotensi Mengganggu Ketertiban Umum dan Lalulintas.
Selain itu juga, para Peserta Dilarang Membawa Tongkat, Bendera Perguruan, Atribut Komunitas, serta Menyalakan Petasan, Kembang Api maupun Flare.
Kemudian Larangan lainnya mencakup Tindakan Provokasi, Penyebaran Hoaks dan Ujaran Kebencian di Media Sosial, hingga Konsumsi Minuman Keras dan Obat – Obatan Terlarang selama kegiatan berlangsung.
Setelah proses Pengesahan selesai, peserta diminta langsung kembali ke rumah masing-masing dan tidak melakukan Aktivitas yang berpotensi Memicu Kerumunan maupun Gangguan Keamanan.
Kabid Humas Polda Jawa Timur juga mengajak Masyarakat untuk dapat bersama-sama Menjaga situasi tetap Kondusif selama Peringatan 1 Suro.
“Masyarakat diminta tidak Mudah Terprovokasi informasi yang belum Terverifikasi, serta tetap Mematuhi aturan Lalulintas saat Beraktivitas,” pungkas Kabid Humas Polda Jawa Timur Kombes Pol Jules Abraham Abast, S.I.K.
Dengan demikian terkait Penambahan Personel dan Penguatan Pengamanan yang dilakukan, Polda Jawa Timur berharap seluruh rangkaian Peringatan 1 Suro di Jawa Timur tersebut dapat berlangsung Aman, Tertib, dan Tidak Mengganggu Aktivitas Masyarakat maupun Pengguna Jalan.
(Hendri/Lisa/Bertus).







