Presiden Jokowi, Tidak Janji Kelanjutan Bansos Pangan, Lihat Dulu APBN Bulan Juli.

oleh -1869 Dilihat
oleh

Jakarta, paradigmanasional.id —  Rabu, 20/03/2024, 17:45 WIB, Presiden Jokowi mengatakan, pemerintah akan memantau ketersediaan anggaran untuk memastikan kelanjutan program bansos pangan, yang seharusnya berhenti sampai Juni 2024.

“Nanti setelah Juni saya akan lihat lagi APBN kita, apa masih ada tidak untuk anggarannya. Kalau masih ada akan diteruskan, tapi enggak janji, belum janji saya. Saya akan buka dulu supaya nanti bisa diteruskan sampai Desember. Tapi sekali lagi, saya lihat dulu anggarannya ada atau tidak,” ujar Jokowi ketika bertemu warga di Kompleks Pergudangan Bulog Kampung Melayu, Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Ayu, salah seorang penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur atas bantuan pangan yang diberikan pemerintah. “Senang banget. Alhamdulillah sangat membantu. Untuk kenaikan harga pangan, seperti sekarang ini harga beras kan lumayan tinggi, jadi adanya bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga saya dan suami,” terangnya

Warga lainnya pun demikian, Maswah, mengungkapkan bagaimana bantuan ini bisa meringankan beban hidupnya. Ia pun berharap bantuan tersebut dapat terus dilanjutkan. “Sangat-sangat berharap dilanjutkan (bantuannya) karena ini sangat membantu kami. Kami pun sangat membutuhkannya,” ucap Maswah.

Sementara itu, Paijan, seorang kuli bangunan mengaku  antusias untuk bertemu dan bersalaman dengan Presiden Jokowi dan mengatakan bantuan pangan tersebut sangat membantu penghasilannya yang tidak menentu.

“Bagi keluarga macam kami tentu cukup terbantu, karena penghasilan kami kan tidak tetap, kadang hadir, kadang tidak, dengan adanya bantuan seperti ini merasa terbantu,” tutur Paijan.

Dilansir dari sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebut, anggaran bantuan sosial atau Bansos pemerintah mengalami lonjakan tajam. Per 29 Februari 2024, realisasi anggaran bansos mencapai Rp 9,6 triliun.

“Anggaran Bansos kita melonjak tajam dari Rp 9,6 triliun ke Rp 22,5 triliun atau naik 135 persen dibanding tahun sebelumnya,” katanya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR di Senayan pada Selasa, 19 Maret 2024.

Realisasi tersebut terdiri dari lima pos. Pertama, untuk Kementerian Sosial sebesar Rp 12,8 triliun. Rinciannya antara lain untuk penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) bagi 10 juta Kelompok Penerima Manfaat atau KPM dan Kartu Sembako bagi 18,7 juta KPM.

Kemudian, untuk Kementerian Kesehatan sebesar Rp 7,7 triliun. Anggaran ini diperuntukkan bagi bantuan iuran Penerima Bantuan Iuran Program Jaminan Kesehatan Nasional bagi 96,7 juta peserta.

Sementara untuk Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi sebanyak Rp 900 miliar. Dana ini di alokasikan untuk bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 1.000 siswa dan Kartu Indonesia Pintar (Kip) Kuliah bagi 105,1 ribu mahasiswa.

Anggaran berikutnya dialirkan ke Kementerian Agama sebesar Rp 1,1 triliun untuk kebutuhan bantuan pendidikan. Bantuan PIP untuk 1,4 juta siswa dan KIP Kuliah bagi 11,1 ribu mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, Jokowi menggelontorkan bantuan pangan berupa 10 kilogram (kg) beras kepada 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) sejak beberapa bulan lalu demi membantu masyarakat menghadapi lonjakan harga beras. Bantuan diberikan kepada 22 juta masyarakat penerima manfaat.

Bantuan yang disalurkan hingga Juni 2024 tersebut rencananya akan diperpanjang sampai Desember 2024. Setiap keluarga menerima bansos 10 kg beras setiap bulan.

Terakhir, sebanyak Rp 800 miliar dialokasikan untuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai bantuan tanggap darurat bencana.

Pada saat kegiatan saat itu Presiden Jokowi didampingi oleh Ketua Komisi V DPR RI Lassarus, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat Harisson, dan Pj Wali Kota Singkawang Sumastro

(Pimred).

No More Posts Available.

No more pages to load.