Presiden RI Prabowo Subianto: Swasembada Pangan Tercapai, Pemerintah Fokus Wujudkan Kemandirian Energi dan Air

oleh -25 Dilihat
oleh

Malang, paradigmanasional.id –– Prabowo Subianto menegaskan pemerintah telah berhasil mencapai target swasembada pangan sebagai fondasi menuju kemandirian nasional. Setelah keberhasilan tersebut, pemerintah akan memusatkan perhatian pada percepatan swasembada energi dan swasembada air guna memperkuat ketahanan bangsa di masa depan.

Pernyataan tersebut disampaikan saat memimpin Panen Raya Nasional bersama TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jumat (17/7/2026).

“Target kita swasembada pangan sudah kita capai. Sekarang kita sedang menuju swasembada energi, swasembada air sedang kita rintis,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, pemerintah saat ini mengakselerasi berbagai program strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Salah satu langkah konkretnya adalah percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela di Maluku yang akhirnya mulai dikerjakan setelah tertunda selama 28 tahun.

Pemerintah juga mulai membangun fondasi swasembada air melalui berbagai program penyediaan infrastruktur sumber daya air. Langkah tersebut ditujukan untuk menjamin akses air bersih bagi masyarakat sekaligus memastikan ketersediaan air bagi sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan nasional.

Dalam kesempatan tersebut Prabowo juga menegaskan, pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan, tetapi juga melakukan penertiban besar-besaran terhadap berbagai aktivitas ilegal yang selama ini merugikan negara.

Penertiban tersebut mencakup praktik penyelundupan, pertambangan ilegal, perkebunan ilegal, perikanan ilegal, hingga berbagai bentuk perdagangan yang melanggar ketentuan hukum.

Presiden menilai agenda tersebut merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan kerja keras seluruh jajaran pemerintah. Karena itu, ia memastikan pemerintahannya akan terus bekerja secara maksimal untuk menjaga kekayaan negara agar benar-benar memberikan manfaat bagi rakyat.

“Kita ingin membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia mampu bangkit dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Kekayaan bangsa ini harus kita amankan dan kita kelola sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat,” tegasnya.

Menutup sambutannya, Kepala Negara mengajak seluruh elemen bangsa memperkuat persatuan dan semangat gotong royong demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang mandiri.

“Insyaallah, dengan tekad, dengan hati, dengan kehendak, kita akan mencapai yang kita inginkan,” pungkas Prabowo.

Sebelum memberikan arahan, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa para petani dan meninjau langsung proses panen tebu di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh. Ia juga berdialog dengan sejumlah petani mengenai kondisi lahan dan hasil produksi.

Dalam peninjauan tersebut, Presiden didampingi Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Panglima TNI Agus Subiyanto.

Presiden juga mengunjungi sejumlah stand yang menampilkan program unggulan TNI, inovasi alat pertanian, hingga berbagai produk hilirisasi hasil pertanian sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan dan industri nasional.

Panen raya tersebut dilaksanakan secara serentak di 43 daerah di seluruh Indonesia. Kegiatan meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan lokasi, panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 lokasi, serta panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi.

Khusus di Lanud Abdulrachman Saleh, panen dilakukan pada lahan tebu seluas 800,5 hektare dengan estimasi produksi mencapai 72.045 ton tebu. Dengan harga rata-rata sekitar Rp720 ribu per ton, komoditas tersebut diharapkan memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan produksi gula nasional.

Selain menghasilkan gula, hilirisasi tebu juga menghasilkan berbagai produk bernilai tambah seperti molase, bioetanol untuk kebutuhan industri dan farmasi, pupuk organik, serta produk turunan lainnya yang dinilai berpotensi memperkuat industri nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi. Red

No More Posts Available.

No more pages to load.