Pupuk Bersubsidi Langka Petani Audensi DPRD Sampang, Dispertan Pastikan Tambah 360 Ton Untuk Sampang

oleh -1063 Dilihat

Sampang,- Madura, paradigmanasional.id Kelangkaan Pupuk bersubsidi di Sampang mendapat perhatian khusus dari kalangan petani setempat, puluhan Perwakilan Petani yang tergabung di Aliansi petani kabupaten sampang mendatangi Kantor DPRD setempat untuk melakukan audiensi, 19/12/2022

Hadir dalam ruangan Komisi II, Selain di ikuti Ketua dan anggotanya yang menangani di bidangnya, Audensi Aliansi petan peduli Sampang tersebut jugak di hadiri Oleh Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) sampang, KP3, Perwakilan Pupuk Indonesia (PI), Distributor dan Pemilik Kios

Nidomudin menyampaikan fenomena kelangkaan dan pendistribusian Pupuk bersubsidi di Sampang ini aneh dan mencurigakan, ucapnya

“Di tempat lain terjadi kelangkaan tapi di Kecamatan tertentu pupuk tersebut malah menumpuk, ada apa ini yang terjadi,” ucapnya berapi api yang diterima Aplaus Petani yang lain

Diungkap banyak Petani yang membeli Pupuk bersubsidi di Kios Wilayah terdekat namun sudah habis karena sudah ada yang menebus, padahal Petani tersebut namanya yang masuk di RDKK Belum menebusnya, ungkapnya

“Ini kan aneh, jika kondisi ini dibiarkan terjadi rawan penyimpangan dan yang merugikan petani,” tambahnya

Ia berharap kedepan penyebaran maupun pendistribusian Pupuk tersebut satu pintu Langsung melalui Kelompok Tani,

Disebutkan pada tahun 2019 walaupun jumlah yang diterima untuk Kabupaten Sampang tidak sebesar jumlah pada tahun ini namun tidak terjadi kondisi seperti sekarang

Sementara Suyono Kepala Dinas Pertanian mengungkapkan terjadinya kelangkaan Pupuk bersubsidi yang menyebabkan pengurangan Kuota dari Provinsi dan solusinya perlunya penambahan Kuota

Masih menurut Suyono, untuk mewujudkannya perlu ada komunikasi intensif dengan pemangku kebijakan termasuk pihak terkait lainnya

Sebelum penjelasannya Suyono memastikan penutupan akhir tahun ini Kabupaten Sampang mendapat tambahan Kuota Pupuk 360 ton. “(@6m/Redpel).

No More Posts Available.

No more pages to load.