Rumah Pemberdayaan difabel Selalu Ada Latihan Rutin.

oleh -3618 Dilihat
oleh

Jaya pura, Paradigmanasional.id –  Banyak orang tua yg malu karena anaknya difabel dan menyembunyikannya dirumah, layaknya mengambil hak anak sebagai manusia normal. Orang tua membiarkan anaknya tinggal di rumah berjam jam, berhari hari, ber minggu minggu bahkan bertahun tahun tanpa membawanya keluar untuk menikmati keindahan alam yang akan memacu semangat hidupnya.

Bukankah dengan membatasinya berarti mengambil hak kemerdekaan sebagai manusia normal. Mereka yang difabel berhak mengakses pemeriksaan kesehatan, dan orang terdekat serta pemerintahan terdekat  wajib mendukung difabel dalam memeriksakan rutin kesehatannya. Karena ada anak difabel yg tidak rutin periksa kesehatannya sehingga mereka cepat kena penyakit kronis dan meninggal. Jadi disetiap kampung kampung sampai pemerintah pusat jangan mengabaikan hak difabel untuk mengakses layanan kesehatan.

Semua akses sosial yang dibangun pemerintah wajib ada akses untuk difabel. Gedung – gedung pemerintah, pusat layanan pemerintah harus ada akses difabel.

Kami dari rumah ke rumah di tiap kampung, pergi bertemu orang tua dan mengajak anaknya bergabung di NPC, ada orang tua menutup pintu rumahnya menolak karena malu, ada yang keberatan karena masalah ekonomi untuk mendukung keinginan dan kebutuhan anaknya. Tapi ada juga yang merespon positif.

Pemerintah wajib mendukung pemberdayaan anak – anak difabel dengan memberi akses pemberdayaan buat mereka.

National Paralympic Committee Kabupaten Jayapura adalah Rumah Pemberdayaan Difabel, selalu ada dan rutin melakukan latihan dan mental empowerment setiap hari Kamis, jam 15.00 – 18.00.

Jangan abaikan hak difabel sebagai manusia normal, seperti anda ingin rasa nyaman, ingin mendapat perhatian, ingin melihat keindahan alam, demikian juga penderita difabel. Mereka memiliki kebutuhan yang sama seperti orang normal. Jika kita pernah merasa bosan, kecewa, marah, jenuh, gerah dengan satu pakaian dirumah, penderita difabel juga mengalaminya.

Tuhan mengijinkan anak mu difabel, saudaramu difabel, tetanggamu difabel, wargamu difabel, maka tugasmu memperhatikan hak sosial dan kemerdekaan mereka sebagai manusia normal. Dan memberdayakan mereka. Jangan abaikan mereka.

Laporan : S.WEIPSA

( Maulana)

No More Posts Available.

No more pages to load.