
LABUHANBATU paradigmanasional.id – Dugaan kebangkitan kembali peredaran narkoba jenis sabu-sabu sidorukun dusun ll , Kecamatan bilah hilir , Kabupaten Labuhanbatu, kian menguat. Pasca laporan investigatif sebelumnya, masyarakat justru menilai situasi di lapangan tidak menunjukkan perubahan signifikan. Aktivitas mencurigakan disebut masih berlangsung, seolah kebal terhadap sorotan publik. Senin (09/02/2026).
Pasca Pemberitaan, Aktivitas Diduga Tetap Jalan
Sejumlah warga yang kembali dimintai keterangan mengungkapkan bahwa setelah pemberitaan mencuat, hanya terlihat pergerakan aparat sesekali di wilayah sidorukun . Namun, langkah tersebut dinilai tidak menyentuh akar persoalan.
“Kalau hanya lewat-lewat, kami sudah biasa. Begitu aparat pergi, aktivitas itu hidup lagi,” ujar seorang warga dengan nada kecewa.
Warga menyebut, pola klasik kembali terulang:
Aparat datang di jam tertentu
Tidak ada penindakan berarti
Tidak ada pengungkapan bandar
Aktivitas diduga kembali berjalan normal
Bandar berinisial Fi Manurung Diduga Aman, Pemakai Jadi Tumbal
Kritik keras juga diarahkan pada pola penindakan yang selama ini terjadi. Menurut warga, jika pun ada penangkapan, yang tersentuh hanya pemakai atau kurir kecil, sementara bandar utama tak pernah tersentuh hukum.
“Yang ditangkap itu-itu saja. Bandarnya tidak pernah. Padahal semua orang di sini tahu siapa yang mengendalikan,” ungkap warga lainnya.
Kondisi ini memperkuat dugaan masyarakat bahwa jaringan besar masih memiliki ruang aman untuk beroperasi, meski lokasi dan pola transaksi sudah lama diketahui.
Jejak Lama, Nama Lama, Pola Sama
Beberapa tokoh masyarakat kembali menegaskan bahwa dugaan jaringan yang kini aktif bukan jaringan baru. Nama-nama lama kembali mencuat, titik rawan yang sama kembali digunakan, serta jam operasional yang nyaris tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.
“Ini bukan kecolongan. Ini seperti diputar ulang,” tegas seorang tokoh pemuda Sidorukun.
Situasi tersebut memunculkan pertanyaan publik:
Apakah data intelijen tidak bekerja?
Atau justru sudah bekerja, namun tidak ditindaklanjuti?
Desakan Evaluasi Aparat Menguat
Masyarakat kini tidak hanya mendesak penangkapan bandar, tetapi juga meminta evaluasi menyeluruh terhadap kinerja aparat di tingkat bawah.
Secara tegas warga mendesak:
Kapolres Labuhanbatu mengevaluasi kinerja Polsek Bilah Hilir
Propam Polda Sumut turun menelusuri dugaan pembiaran
BNN Provinsi Sumut mengambil alih penanganan kasus bila diperlukan
“Kalau memang tidak sanggup, serahkan ke yang sanggup. Jangan biarkan Sidorukun jadi ladang sabu,” tegas warga.
Ancaman Sosial dan Hilangnya Kepercayaan Publik
Warga mengingatkan, dampak peredaran sabu tidak hanya soal kriminalitas, tetapi juga kehancuran generasi muda.
Jika aparat terus dianggap abai, maka kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum akan semakin runtuh.
“Kalau hukum tumpul ke atas dan tajam ke bawah, jangan salahkan kalau masyarakat mulai putus asa,” ujar seorang ibu rumah tangga yang mengaku resah anak-anak muda di lingkungannya mulai terpapar narkoba.
Media Buka Ruang Konfirmasi
Hingga berita lanjutan ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang konfirmasi kepada:
Polsek Bilah Hilir
Polres Labuhanbatu
BNNK Labuhanbatu
untuk memberikan klarifikasi, tanggapan, maupun langkah konkret yang telah atau akan dilakukan.
Berita ini merupakan bagian dari kontrol sosial berkelanjutan, sekaligus alarm keras agar penanganan narkoba tidak berhenti pada seremoni, melainkan menyentuh aktor utama ber inisal Fi Manurung dan jaringan besar yang selama ini diduga aman dari jerat hukum.
( Ade rambe).





