
Bogor, paradigmanasional.id – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan wilayah 1 SMA Negeri 3 Cibinong Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023, Dengan Tema Mewujudkan merdeka belajar dan siswa berkarakter, Sesuai profile pelajar Pancasila Berlangsung Di SMA 3 Cibinong
Marsudi Rachmat S,Si,.M.Pd selaku Guru Fisika dan Koordinator project profile belajar Pancasila SMA 3 Cibinong saat ditemui awak media mengatakan bahwa, kegiatan hari ini Bimbingan teknis Implementasi Kurikulum merdeka, karena SMA Negeri 3 Cibinong itu, sudah setahun melaksanakan kurikulum merdeka. Kita kan dipilih oleh Kemendikbud sebagai sekolah penggerak, ketika dimana sekolah sekolah lain baru mulai sekarang itu sudah tahun kedua.
Adapun kegiatan hari ini itu sebagai bekal awal bagi guru-guru, untuk mempersiapkan secara administrasi, mempersiapkan secara mental dan sebagainya. Itu dalam rangka dengan tema kita yaitu, mewujudkan merdeka belajar dan mewujudkan siswa yang berkarakter, sesuai profil pelajar Pancasila, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, jadi kalau dihitungnya berarti 32 jam pelajaran, untuk adapun sasaran atau capaiannya kita ingin, bahwa semua tenaga pendidik ini memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum merdeka pembejaran paradigma baru.
Kemudian administrasi berupa modul ajar, pembuatan modul ajar, pembuatan modul project accesment atau apa namanya management berbasis data, itu tujuan goalls nya, makanya disebutnya bimbingan teknis agar nanti ada produk, berupa modul masing-masing guru, dan diikuti oleh 60 guru SMA Negeri 3 Cibinong, adapun narasumbernya yang pertama pengawas pembina Abdul Sukur M.Pd, kemudian yang kedua para kawan-kawan ini yang sudah di latih oleh kementerian pada tahun lalu, itu tentang kurikulum PSP yang disebut dengan komite pembejaran, acara ini dibuka oleh kasubag TU, kasubag TU mewakili para cabang dinas wilayah karena lagi berhalang beliaunya, jadi diwakilkan oleh kasubag TU Cucu Salma M.Ag, dengan adanya saya, ya ini diamanahkan oleh kepala sekolah sebagai ketua pelaksana.
Yang menjadi perbedaan di kurikulum merdeka dengan kurikulum K13, itu yang paling mencolok adalah, bahwa dikurikulum merdeka itu ada istilahnya project profil pelajar pancasila, jadi diinginkan bahwa kurikulum ini, itu menghasilkan siswa-siswa yang memiliki profil pelajar pancasila yaitu, dimensinya satu taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, yang kedua karakter gotong royong, kemudian yang ketiga karakter mandiri, yang keempat karakter berkebinekaan global, terus yang kelima karakter bernalar kritis dan yang keenam kreatif, nah disini bedanya antara kurikulum K13 dengan kurikulum merdeka. kita ini diminta untuk menghasilkan anak-anak yang banyak karya kreatif jadi itu cirinya.
Kemudian yang kedua perbedaan juga bahwa, dari pembelajaran itu dari mulai kita mengenal anak, menggunakan accesment dianostik namanya, anak itu nanti kita pilah menjadi tiga bagian, melalui accesment atau penilaian awal, jadi nanti sebelum belajar, itu anak dinilai dulu pengetahuan dia, kalau materi ini apakah kemampuannya itu akan berbeda-beda, walaupun belum diajarkan itu, maka dari tiga kategori itu nanti ada yang harus dikuatkan paling bagus, atau diberikan bimbingan bagian dibawah rata-rata, jadi diverensiansi atau perbedaan perlakuan. Perbedaan dari kurikulum K13 dengan yang sekarang
terus kemudian accesment juga berbeda, sekarang banyak accesment, jadi accesment dikurikulum merdeka itu tidak seperti kita dulu, kita itu dinilai pada akhir saja, kalau sekarang tidak harus proses, lebih di prioritaskan proses, maka disebutnya accesmentnya formativ, kalau yang akhir itu namanya accesment somatif jadi kalau kita dulu belajar, kemudian kita diuji itu namanya terakhirkan, kalau sekarang tiap pertemuan ada pengujian sampai sejauh mana, jadi refleksi kita apakah kita sudah benar ngajarnya ini, dan apa sudah tercapai belum anak ini dengan ma





