SMA Negeri 3 Cibinong Kab Bogor melaksanakan Kegiatan Bimbingan Teknis implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023

oleh -1537 Dilihat
oleh

Bogor, paradigmanasional.id – Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Dinas Pendidikan, Cabang Dinas Pendidikan wilayah 1 SMA Negeri 3 Cibinong Pelaksanaan kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Merdeka Tahun Pelajaran 2022/2023, Dengan Tema Mewujudkan merdeka belajar dan siswa berkarakter, Sesuai profile pelajar Pancasila Berlangsung Di SMA 3 Cibinong

Marsudi Rachmat S,Si,.M.Pd selaku Guru Fisika dan Koordinator project profile belajar Pancasila SMA 3 Cibinong saat ditemui awak media mengatakan bahwa, kegiatan hari ini Bimbingan teknis Implementasi Kurikulum merdeka, karena SMA Negeri 3 Cibinong itu, sudah setahun melaksanakan kurikulum merdeka. Kita kan dipilih oleh Kemendikbud sebagai sekolah penggerak, ketika dimana sekolah sekolah lain baru mulai sekarang itu sudah tahun kedua.

Adapun kegiatan hari ini itu sebagai bekal awal bagi guru-guru, untuk mempersiapkan secara administrasi, mempersiapkan secara mental dan sebagainya. Itu dalam rangka dengan tema kita yaitu, mewujudkan merdeka belajar dan mewujudkan siswa yang berkarakter, sesuai profil pelajar Pancasila, kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, jadi kalau dihitungnya berarti 32 jam pelajaran, untuk adapun sasaran atau capaiannya kita ingin, bahwa semua tenaga pendidik ini memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum merdeka pembejaran paradigma baru.

Kemudian administrasi berupa modul ajar, pembuatan modul ajar, pembuatan modul project accesment atau apa namanya management berbasis data, itu tujuan goalls nya, makanya disebutnya bimbingan teknis agar nanti ada produk, berupa modul masing-masing guru, dan diikuti oleh 60 guru SMA Negeri 3 Cibinong, adapun narasumbernya yang pertama pengawas pembina Abdul Sukur M.Pd, kemudian yang kedua para kawan-kawan ini yang sudah di latih oleh kementerian pada tahun lalu, itu tentang kurikulum PSP yang disebut dengan komite pembejaran, acara ini dibuka oleh kasubag TU, kasubag TU mewakili para cabang dinas wilayah karena lagi berhalang beliaunya, jadi diwakilkan oleh kasubag TU Cucu Salma M.Ag, dengan adanya saya, ya ini diamanahkan oleh kepala sekolah sebagai ketua pelaksana.

Yang menjadi perbedaan di kurikulum merdeka dengan kurikulum K13, itu yang paling mencolok adalah, bahwa dikurikulum merdeka itu ada istilahnya project profil pelajar pancasila, jadi diinginkan bahwa kurikulum ini, itu menghasilkan siswa-siswa yang memiliki profil pelajar pancasila yaitu, dimensinya satu taqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, yang kedua karakter gotong royong, kemudian yang ketiga karakter mandiri, yang keempat karakter berkebinekaan global, terus yang kelima karakter bernalar kritis dan yang keenam kreatif, nah disini bedanya antara kurikulum K13 dengan kurikulum merdeka. kita ini diminta untuk menghasilkan anak-anak yang banyak karya kreatif jadi itu cirinya.

Kemudian yang kedua perbedaan juga bahwa, dari pembelajaran itu dari mulai kita mengenal anak, menggunakan accesment dianostik namanya, anak itu nanti kita pilah menjadi tiga bagian, melalui accesment atau penilaian awal, jadi nanti sebelum belajar, itu anak dinilai dulu pengetahuan dia, kalau materi ini apakah kemampuannya itu akan berbeda-beda, walaupun belum diajarkan itu, maka dari tiga kategori itu nanti ada yang harus dikuatkan paling bagus, atau diberikan bimbingan bagian dibawah rata-rata, jadi diverensiansi atau perbedaan perlakuan. Perbedaan dari kurikulum K13 dengan yang sekarang

Terus kemudian accesment juga berbeda, sekarang banyak accesment, jadi accesment dikurikulum merdeka itu tidak seperti kita dulu, kita itu dinilai pada akhir saja, kalau sekarang tidak harus proses, lebih di prioritaskan proses, maka disebutnya accesmentnya formativ, kalau yang akhir itu namanya accesment somatif jadi kalau kita dulu belajar, kemudian kita diuji itu namanya terakhirkan, kalau sekarang tiap pertemuan ada pengujian sampai sejauh mana, jadi refleksi kita apakah kita sudah benar ngajarnya ini, dan apa sudah tercapai belum anak ini dengan materi, jadi kalau misalkan belum berarti direfleksikan kita harus rubah nih, setelah itu nanti diuji lagi, jadi accesment formativ itu proses, tapi tahun-tahun sebelumnya tidak boleh accesment dianostik kajian dari pada kurikulum merdeka

Tadi pembelajaran sudah, accesment sudah, kemudian juga dari perangkat ajar, perangkat ajar guru juga mengalami perubahan dikurikulum merdeka ini, jadi seorang guru itu harus membuat perangkat ajar, yang disebut dengan modul ajar, yang komponen-komponen itu harus ada disisipkan tujuan capaian pembelajaran, profil belajar Pancasila nya apa, contoh ingin mengajarkan tentang fisika, nih anak ini saya ingin mengambil bernalar kritisnya, sama kalau dia berkelompok berarti ada bekerjasama gotong royong, kalau pelajaran agama berarti ada element, yang pertama bertaqwa kepada Tuhan yang maha esa dan berakhlak mulia, itulah kira-kira perbedaan kurikulum K13 dengan kurikulum merdeka, intinya anak-anak diminta banyak-banyak aktif dan juga banyak berkarya.

Kalau disebut sekolah penggerak itu, sebenarnya project pemerintah, untuk Implementasi kurikulum merdeka,dan sekarang semua sekolah harus wajib kurikulum merdeka, tapi kalau tahun yang lalu, hanya ada beberapa sekolah yang ditunjuk oleh pemerintah, untuk menjalankan kurikulum merdeka, yaitu salah satunya SMA Negeri 3 Cibinong, proses menjadi sekolah penggerak itu adalah tes nya kepala sekolah, jadi kepala sekolah dites terlebih dulu, sesuai dengan keinginan pemerintah, jika dia lolos maka sekolah itu di SK kan menjadi sekolah penggerak SMA 3 salah satunya, SMA 2 dan SMA Al-madina jadi sekolah swasta dan negeri bisa, kalau tidak salah cuman ada delapan sekolah yang ada di kabupaten Bogor, jadi ada 8 sekolah, yang projectnya itu kurikulum merdeka, jadi kalau dikatakan apa bedanya kurikulum merdeka dengan sekolah sama saja.

Secara manusiawi yang namanya ada perubahan, pasti kita ada punya kendala, dari segi kita sebagai guru, menemui hal-hal yang barukan perlu beradaptasi, perlu belajar lagi, kemudian kendala yang berikutnya. Yang namanya anak itukan kaget juga, peralihan dari daring, kesekarang langsung harus seperti ini, kita harus tahap demi tahap dan memang tidak boleh banyak menghukum harus ditinggalkan, jadi harus ramah anak, bahkan bahasanya Tut Wuri Handayani, menghambat kepada anak-anak, artinya keinginan anak kita arahkan, jadi guru harus lebih dekat sama anak-anak, biar potensi akhlak itu bisa keluar

Harapan saya tiada lain buat anak-anak, kita itu menjadi lebih kreatif, pikiran lebih terbuka, pandai bergaul, pandai bersosialisasi dan memiliki jaringan yang luas, pandai berwirausaha serta kehidupan mereka sehari-hari itu tidak menjadi beban masyarakat, tapi mereka itu bisa jadi solusi bagi masyarakat

(Maulana Mansur/Fauzy)

No More Posts Available.

No more pages to load.