
Kotamobagu,paradigmanasional.id – Penguatan profil pelajar Pancasila merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Kurikulum Merdeka. Hal ini yang terus di terapkan oleh SMP Negeri 4 Kotamobagu. Merujuk pada dua item tema kegiatan pagi ini, terkait hasil panennya juga. Yaitu, ‘Berekayasa dan Berteknologi Untuk NKRI’ ( Hijau Sekolahku/Hidroponik) serta ‘Bangunlah Jiwa dan Raganya’ (Ibadah Pagi).
Kepada wartawan Paradigmanasional Kamis (22/6/23) Kepala sekolah SMPN 4 Kotamobagu Erni Mokodompit, MPd mengatakan bahwa kegiatan ini kami selenggarakan di halaman sekolah. Alhamdulillah terlaksana deng baik dan sukses.
” Alhamdulillah kegiatan seperti ini yang pertama di bulan Desember, saya telah laksanakan. Mengangkat terkait kearifan lokal. Dimana yang kita angkat itu budaya Daerah Bolaang Mongondow Raya (BMR), salah satunya yaitu tarian kalibombang yang sudah mulai hampir punah. Ini suda projek yang kedua kalinya,” ujar Mokodompit.
Hari ini dua tema yang kami angkat. Pertama, mengangkat hijau sekolahku. Anak-anak siswa di ajarkan bagaimana menanam secara hidroponik.

“Jadi hidropnik berarti budidaya tanaman yang memanfaatkan air dan tanpa menggunakan tanah sebagai media. Dengan memenuhi kebutuhan nutrisi (unsur hara) setiap tanaman dapat tumbuh dengan baik walaupun tidak menggunakan media tanah,” terang Mokodompit.
Item kedua tentang keagamaan, dasar-dasar dari kehidupan manusia. Siswa-siswi yang muslim melaksanakan Khataman Al-Qur’an. Sedangkan yang beragama Kristen dan Hindu, melaksanakan kegiatan praktek ibadah masing-masing.
“InsyaAllah kedepannya nanti bukan hanya SMPN 4 Kotamobagu yang bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Tapi, sekolah-sekolah yang lain lagi bisa melaksanakannya. Karena, ini merupakan pondasi dari anak-anak kita,” tandas Mokodompit.

Ini juga berkat dukungan guru-guru, orang tua, dan anak-anak didik kita. Perlu juga disampaikan bahwa terkait dana semata-mata dari swadaya orang tua. Sebagai sekolah penggerak di tahun pertama sudah kita laksanakan sekarang ini. Dan mudah-mudahan ditahun kedua nantinya, kita akan mengangkat lagi tema yang lain. Nah, makanya kami perlu masukan dari orang-orang tua, masyarakat, termasuk dari teman-teman Media, apa yang boleh kita angkat nanti.
“Harapan mudah-mudahan kegiatan seperti ini, anak-anak didik bisa melaksanakannya dengan baik. Diimplementasikan di tengah keluarga apa yang didapat, serta berguna bagi masyarakat umumnya,” pungkas Mokodompit.
(Denny.D)







