Tokoh Kharismatik Madura Pertanyakan Industrialisasi Madura

oleh -24 Dilihat

Bangkalan, paradigmanasional.id Mencuat kembali isu industrialisasi di Madura, rumor ini bukanlah sebuah isu baru bagi ulama serta tokoh masyarakat Madura, sebenarnya pada saat awal pembangunan jembatan penghubung Surabaya-madura para tokoh ulama Madura sudah merasa khawatir dengan hal ini.

Kekhawatiran di tanggapi oleh para kiai Madura dengan melakukan kajian rencana industrialisasi madura hingga ke kota Batam guna melihat aspek-aspek yang terasa langsung oleh masyarakat pribumi Batam, tokoh ulama Madura merasa tercengang atas temuan-temuan yang dirasakan oleh pribumi.

Hal itu yang membuat kekhawatiran terbesar bagi tokoh ulama Madura apabila hal-hal yang seperti kawasan industri kota Batam akan terjadi di pulau Madura, yang masih berpegang teguh terhadap kearifan lokal seperti yang disampaikan salah satu tokoh kharismatik Madura K,H,R. Ali Badri Zaini, saat di temui oleh awak media di rumahnya pada hari kamis 13-08-2026 desa Blega kec,Blega kabupaten Bangkalan provinsi Jawa timur.

K, H, R Ali Badri Zaini, sangat keberatan atas wacana industrialisasi Madura khususnya di Bangkalan tanpa ada musyawarah dengan para tokoh ulama di kabupaten Bangkalan mengingat nilai IPM masyarakat Madura khususnya wilayah Bangkalan mengenyam pendidikan 11 tahun atau mayoritas lulusan SMP (sekolah menengah pertama) sedangkan untuk menjadi karyawan industri minimal harus setara SMA sekolah menengah Atas, hal itu yang di khawatirkan, ucapnya

Masih di tempat yang sama, KHR, Ali, Badri Zaini, bukan sekedar itu saja yang timbul dalam benak kekhawatiran para tokoh ulama Madura khususnya Bangkalan yaitu, warga kabupaten Bangkalan khususnya di mana industrialisasi Madura berdiri masyarakat setempat akan jadi penonton atau hanya sebagai tamu di tanah kelahirannya sendiri sehingga suasana kondusifitas setempat mengingat industrialisasi Madura adalah industri dari investor asing, yang pastinya akan membawa Tenaga kerja asing(TKA) yang sangat jauh berbeda dengan sikap, sifat, pribumi sehingga bisa menimbulkan kericuhan seperti yang sudah terjadi di pulau Kalimantan dan Batam, hal itu saya tidak ingin terjadi di tanah tercinta yaitu Madura, serta memohon dengan sangat kepada ibu Khofifah selaku gubernur Jawa timur untuk melihat aspek-aspek negatifnya jangan hanya melihat dari segi positifnya, karena Madura masih mempunyai cita-cita besar yang belum terwujud hingga detik ini yaitu Madura provinsi pungkasnya

Pewarta @dy-pn

No More Posts Available.

No more pages to load.