*Tokoh Pemuda Madura:* *Industrialisasi Jangan Hanya Mengejar Investasi, Moral dan Sosial Masyarakat Harus Dijaga*

oleh -33 Dilihat

BANGKALAN, Paradigmanasional.id Rencana pengembangan kawasan industri di Madura mendapat perhatian dari kalangan pemuda. Kehadiran investasi dan industri dinilai dapat membuka lapangan pekerjaan serta mendorong pertumbuhan ekonomi, namun pemerintah diminta tidak mengabaikan potensi dampak sosial, budaya dan moral yang dapat muncul seiring perubahan masyarakat.

Tokoh Pemuda Madura, Hasan Rohmad, yang Sekaligus sebagai praktisi pendidikan mengatakan bahwa pihaknya tidak berada pada posisi menolak investasi. Menurutnya, masuknya industri ke Madura justru harus disambut sebagai peluang besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami tidak anti-investasi. Kami menyambut baik industri masuk ke Madura. Tetapi pembangunan tidak boleh hanya menghitung berapa besar modal yang masuk dan berapa banyak pabrik yang berdiri. Kita juga harus menghitung dampaknya terhadap moral, keluarga, budaya dan kehidupan sosial masyarakat Madura,” ujar Hasan.

Menurutnya, industrialisasi akan membawa mobilitas manusia yang semakin tinggi. Masuknya pekerja dari berbagai daerah, perubahan pola kerja, pertumbuhan permukiman, perubahan gaya hidup dan meningkatnya daya konsumsi masyarakat harus dipersiapkan sejak dini.

Ia mengingatkan, tanpa penguatan pendidikan karakter dan ketahanan sosial, perubahan ekonomi yang sangat cepat dapat menimbulkan persoalan baru.

“Jangan sampai kita berhasil membangun kawasan industri, tetapi pada saat yang sama kehilangan karakter masyarakatnya. Madura boleh modern secara ekonomi, tetapi nilai agama, budaya, gotong royong, keluarga dan kearifan lokal harus tetap menjadi fondasi,” tegasnya.

*Jangan Sampai Masyarakat Madura Hanya Menjadi Penonton*

Hasan juga meminta pemerintah memastikan masyarakat lokal memperoleh manfaat langsung dari industrialisasi.

Menurutnya, masyarakat Madura harus dipersiapkan melalui pendidikan vokasi, pelatihan kerja, sertifikasi kompetensi, penguasaan teknologi, bahasa asing serta keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

“Jangan sampai industri berdiri di Madura, tetapi masyarakat Madura hanya menjadi penonton atau pekerja di level paling bawah. Anak-anak muda Madura harus dipersiapkan menjadi tenaga profesional, teknisi, supervisor, entrepreneur dan bagian dari rantai industri,” katanya.

Selain tenaga kerja, ia mendorong agar UMKM lokal juga diberi ruang menjadi bagian dari rantai pasok industri, sehingga manfaat ekonomi tidak hanya dinikmati investor dan perusahaan besar.

*Pemerintah Perlu Menyiapkan Kajian Dampak Sosial*

Tokoh pemuda tersebut juga meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat melakukan kajian dampak sosial secara serius sebelum industrialisasi berkembang dalam skala besar.

Kajian tersebut, menurutnya, tidak cukup hanya membahas investasi, ekonomi dan lingkungan, tetapi juga harus mencakup ketahanan keluarga, pendidikan anak, perubahan budaya, kepadatan penduduk, potensi kriminalitas, narkoba, konflik sosial, perlindungan perempuan dan anak, serta kesiapan fasilitas sosial masyarakat.

“Kita jangan menunggu masalah muncul baru kemudian bertindak. Antisipasi harus dilakukan sejak sekarang. Industri harus tumbuh bersama masyarakat, bukan berjalan meninggalkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menilai pesantren, sekolah, perguruan tinggi, tokoh agama, organisasi kepemudaan dan tokoh masyarakat perlu dilibatkan dalam proses persiapan industrialisasi Madura.

*“Investasi Masuk, Nilai Madura Jangan Keluar”*

Hasan menegaskan bahwa industrialisasi Madura harus memiliki karakter pembangunan yang berbeda. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan beriringan dengan penguatan manusia dan kehidupan sosial.

“Prinsipnya sederhana: investasi boleh masuk, teknologi boleh masuk, industri boleh berkembang, tetapi nilai Madura jangan keluar. Kita ingin Madura maju secara ekonomi tanpa kehilangan jati diri,” pungkasnya.

Ia berharap pemerintah menyusun peta jalan industrialisasi Madura yang tidak hanya berbasis ekonomi, tetapi juga memasukkan pendidikan, moral, budaya, keluarga dan ketahanan sosial sebagai indikator keberhasilan pembangunan.

“Madura membutuhkan industrialisasi yang memanusiakan manusia. Bukan sekadar membangun pabrik, tetapi membangun masa depan generasi mudanya,” tandasnya

Pewarta (@dy-pn)

No More Posts Available.

No more pages to load.