Sidoarjo, paradigmanasional.id — Kehadiran wakil bupati H. Subandi. SH merupakan moment paling istimewa selama MWC NU Taman melakukan safari Romadhon 1445 H, yang digelar pada Selasa (02/04/2024), yang berada dalam kelompok 6 yakni Geluran, Menyanggong, Kletek dan Kalijaten.
Kletek merupakan tempat terakhir atau penutupan setelah tiga ranting mendapatkan giliran tempat turba terlebih dahulu.
“Kegiatan turba merupakan agenda MWC NU Taman guna penguatan di struktur pengurus dan sosialisasi program MWC sehingga turba ini tidak hanya sekedar turun tapi mempunyai manfaat organisasi kedepan. Selain itu memberikan semangat terhadap pengurus ranting.” Ungkap Ahmad Syafii, selaku ketua MWC NU Taman dalam sambutannya di acara turba tersebut.
Ustad Syafi’i, panggilan akrabnya, juga memperkenalkan sekretarisnya Drs. Sugeng Pamuji, KH. Ahmad Jazuli selaku Rois Syuriyah MWC NU Taman, Wakil Bupati H. Subandi. SH, Camat Taman yang baru yaitu Ari Prabowo, S. STP, M. PSDM., ustad, Drs H Ainul Yakin Nur, Kepala Desa Kletek H. Hanafi kepada jamaah yang hadir.
Setelah memperkenalkan para tokoh yang hadir, ketua MWC NU itu berharap Wabup saat ini bisa maju menjadi Bupati dalam perhelatan pilkada kedepan.
Dalam kesempatan yang sama wakil Bupati H. Subandi SH, juga memberikan pemaparannya terkait peran seorang wakil dan sempat disindir juga bahwa menjadi wakil itu juga tidak enak. Hal itu disampaikan sembari guyon dalam sambutannya, untuk itu dalam agenda pilkada kedepan Wakil Bupati berniat maju mencalonkan diri sebagai Bupati.
“Saya akan maju pilkada melalui jalur partai yaitu PKB yang sejatinya anak kandung dari NU. ” tambahnya.
“NU dan PKB merupakan satu bagian yang tidak bisa dipisahkan. Mudah mudahan dapat rekom langsung di aminkan oleh jamaah tanda setuju. Saya katakan ini merupakan jalur politik NU sebagai penyalur kebijakan NU dipemerintahan. untuk itu harapan besar NU mendukung penuh arah politik PKB , tapi saat ini menjadi tantangan tersendiri setelah perhelatan pilpres,” pungkasnya.
Tak ketinggalan camat yang baru juga diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri dan menyapa jamaah yang hadir dalam turba tersebut, “Cak Ari panggilan saya, tentu haru dan bangga ditugaskan di Taman. Yang saya tahu Taman ini banyak ulama NU dan suasana warganya tentram dan rukun, bukan berarti tidak ada masalah.”
Acara turba yang dimulai pukul 20.30 WIB mampu membawa suasana keakraban antara pengurus MWC dan pengurus ranting yang selama ini sangat didambakan oleh para ranting di seluruh kecamatan Taman.
Selain itu peran serta Banser selaku Banom NU selalu memberikan pengawalan dan keamanan disetiap acara NU tak terkecuali acara turba kali ini. Satkoryon Banser Taman menerjunkan puluhan anggotanya untuk memastikan acara berjalan lancar dan aman terkendali. Dari pantauan awak media Paradigma Nasional. Suasana keakraban turba MWC NU Taman berakhir pukul 23.00 WIB.
(Biro Sidoarjo Mukhlis /red)





