Warga Meminta Tangkap Bandar Sabu Diduga Berinisial Dendi dijalan Nenas Kecamatan Rantau Utara.

oleh -591 Dilihat

Labuhanbatu, Rantauprapat  ||paradigmanasonal.id Peredaran narkotika dijalan nenas kelurahan Padang bulan, Kecamatan Rantau Utara, Kabupaten Labuhanbatu kembali menjadi sorotan tajam Di tengah slogan pemberantasan narkoba seorang terduga bandar sabu berinisial Dendi dikabarkan melenggang bebas menjalankan bisnis haramnya.

Ironisnya, lokasi operasi yang diduga dikendalikan oleh Dendi berada sangat dekat dari tempat ibadah atau mesjid berjarak sekitar 100 meter fakta bahwa transaksi barang haram ini terjadi di jantung kota RANTAUPRAPAT dan berdekatan dengan lingkungan mesjid membuat masyarakat merasa miris dan marah .

Zona Merah di Tengah Kota
Jalan nenas sudah lama dan bukan rahasia umum lagi sebagai wilayah yang rawan peredaran narkoba Namun keberadaan bandar yang seolah tak tersentuh hukum membuat situasi semakin mencekam.

Salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keputusasaan nya terhadap kondisi lingkungan mereka
“Kalau jalan nenas ini jangan diragukan lagi masalah narkoba ngeri kali lah Sudah parah ungkap warga tersebut kepada awak media, Sabtu (22/1/2026).

Teror Keamanan dan Keresahan Warga
Dampak dari bebasnya peredaran narkoba ini langsung dirasakan oleh masyarakat sekitar Tingkat kriminalitas terutama pencurian dikabarkan meningkat drastis Warga mengeluhkan barang-barang mereka sering hilang yang diduga kuat dilakukan oleh para pecandu demi membeli sabu.

“Warga sudah resah Gawat lah rawan kali Pantang silap sikit hilang barang Gara-gara narkoba lah itu semua tambah sumber lain dengan nada kesal

Aparat Dinilai Tutup Mata
Keresahan warga memuncak menjadi ketidakpercayaan terhadap aparat penegak hukum Bebasnya Dendi beroperasi di lokasi yang strategis memicu spekulasi liar di tengah masyarakat bahwa ada pembiaran.

Bahkan sentimen negatif muncul terkait keberanian polisi dalam menindak tegas pelaku di wilayah tersebut Polisi gak ada nyali untuk nangkap ujar salah satu warga dengan nada skeptis

Konfirmasi Masih Bungkam
Tim investigasi berupaya melakukan konfirmasi kepada Kanit 2 Narkoba Polres Labuhanbatu terkait maraknya peredaran sabu yang dikendalikan inisial Dendi di dekat fasilitas tempat ibadah atau mesjid ini.

Namun, hingga berita ini diturunkan pada Kamis (22/1/2026), pesan konfirmasi yang dikirimkan melalui aplikasi WhatsApp hanya menunjukkan centang dua (terkirim/belum dibaca) Belum ada tanggapan resmi dari pihak kepolisian terkait langkah konkret penindakan dijalan nenas
Warga berharap Kapolda Sumatera Utara dan Kapolres Labuhanbatu segera turun tangan membersihkan “penyakit” yang menggerogoti generasi muda di Rantauprapat ini, sebelum kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri benar-benar runtuh.

(Ade rambe).

No More Posts Available.

No more pages to load.