
LABUHANBATU, paradigmanasional.id – Kesabaran warga desa Lingga tiga ll Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, dinyatakan telah habis. Maraknya peredaran narkoba jenis sabu-sabu yang terus berlangsung tanpa penindakan tegas membuat masyarakat kini secara terbuka mendesak aparat kepolisian untuk segera menangkap pelaku.
Warga menegaskan, peredaran sabu di kawasan pemukiman padat penduduk tersebut bukan lagi sekadar dugaan, melainkan fakta yang telah lama dirasakan dampaknya. Aktivitas jual beli sabu disebut berlangsung hampir setiap hari dan dinilai semakin berani dengan skala besar mencapai penjualan per kg , seolah tidak ada rasa takut terhadap hukum.
Berdasarkan keterangan masyarakat, seorang pria berinisial B alias Bodong, yang berdomisili didesa Lingga tiga ll, kembali disebut-sebut sebagai bandar utama yang mengendalikan peredaran sabu di wilayah tersebut ,Berinisial AL sebut berperan sebagai koordinator lapangan sekaligus pengatur distribusi. Nama tersebut, menurut warga, sudah lama dikenal dan kerap dilaporkan secara lisan di lingkungan setempat.
“Ini bukan cerita baru. Sudah bertahun-tahun. Kalau polisi serius, mustahil tidak tahu. Sekarang kami tidak minta lagi, kami mendesak untuk segera ditangkap,” tegas ND (30), warga desa Lingga Tiga ll.
Keresahan warga semakin memuncak karena lokasi yang diduga menjadi tempat aktivitas narkoba. Fakta ini memicu pertanyaan keras dari masyarakat mengenai fungsi pengawasan dan keberanian aparat dalam menindak pelaku narkoba di wilayah hukumnya sendiri.
Hal senada disampaikan nur (37) menyampaikan tempat transaksi narkoba di Ruko samping jualan ayam potong di pinggir jalan Lingga Tiga ll warga setempat, yang mendesak penindakan tegas berapa lama lagi narkoba ini biarkan? Jangan sampai generasi kami rusak. Kalau tidak dibasmi, masyarakat makin jadi korban, tegasnya.
Masyarakat menilai, pembiaran yang berlarut-larut hanya akan memperparah kerusakan sosial. Anak-anak muda mulai terpapar, angka kriminalitas meningkat, dan rasa aman warga semakin hilang. Situasi ini dianggap sebagai darurat narkoba tingkat lingkungan, yang menuntut respons cepat dan nyata.

Sementara Kapolsek bilah hulu AKP Redi Sinulingga melalui pesan whatsApp mengatakan terimakasih infonya akan kita tindaklanjuti
Warga memperingatkan, jika aparat terus bungkam dan tidak segera bertindak, mereka siap membawa persoalan ini ke tingkat yang lebih tinggi, termasuk melapor ke Polda Sumatera Utara dan instansi pengawas lainnya, demi menyelamatkan lingkungan mereka dari cengkeraman narkoba.
Masyarakat menegaskan: hukum harus hadir, atau kepercayaan publik akan runtuh.
(Ade rambe dan tim)







