Kaubun, paradigmanasional.id – Menyambut perayaan hari raya nyepi bagi umat Hindu yang ada di Kabupaten Kutai Timur khususnya Kecamatan Kaubun dilaksanakan dengan meriah melalui pawai ogoh ogoh dengan star di Aula Pura Desa Bumi Rapak Kecamatan Kaubun ucap Serka Irsadul Ibad Babinsa Kaubun Koramil 0909-02 Sangkulirang saat menghadiri dan melakukan pengamanan jalannya pawai ogoh ogoh tersebut.
Lebih dari sekadar pertunjukan seni, parade ogoh-ogoh juga menyiratkan makna mendalam.Ogoh-ogoh memvisualisasikan sifat-sifat negatif dalam diri manusia. Saat pengarahan, Ogoh-ogoh diarak mengelilingi banjar atau desa secara bersama-sama ungkap Babinsa.
Ogoh-ogoh adalah boneka raksasa yang merupakan manifestasi Bhutakala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhutakala adalah kekuatan Bhu atau alam semesta dan Kala (waktu) yang tak terukur dan tak terbantahkan.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, ogoh-ogoh adalah patung yang terbuat dari bambu, kertas, dan sebagainya berbentuk raksasa dan lain-lain yang diarak keliling desa pada hari tertentu (biasanya sehari menjelang Nyepi) jelas Serka Irsadul Ibad.
Kegiatan pawai ogoh ogoh dan perayaan hari raya nyepi tahun 2024 tersebut selain di hadiri Babinsa Serka Irsadul Ibad hadir pula Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang,Ketua PHDI Bumi Rapak I Putu Sumardika,Anggota DPRD Kutai Timur Faisal Rahman, Kepala Desa se Kecamatan Kaubun serta warga masyarakat Hindu yang ada di Kecamatan Kaubun.
(Vivid)






