KOTAMOBAGU, paradigmanasional.id – Seminar nasional pengembangan karir fakultas ilmu kesehatan dan teknologi graha Medika Kota- kotamobagu. Dengan tema “Strategi Peningkatan Kurikulum Pendidikan Ners di Era Covid-19 Untuk Peluang Kerja Nasional dan Internasional.
Dengan Kegiatan seminar ini, tentu membuat IKTGM Kotamobagu semakin dikenal bahkan bisa memberikan yang terbaik untuk Daerah kita khususnya Kota-kotamobagu
Kepala Badan Pekerja Perlindungan Mingran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani dalam sambutannya mengatakan saat ini, lebih kepada perlindungan, serta kesejahteraan Pekerja mingran Indonesia. Dulunya disebut (TKI), sekarang sudah berubah menjadi Pekerja Mingran Indonesia (PMI). ” Saat ini yang Legal maupun Ilegal berjumlah 9.000.000 orang,” terang Benny Rhamdani.
Mereka berkerja kurang lebih di seratus Negara penempatan, ada yang di kawasan Amerika Fasifik, kawasan Asia Afrika, kawasan Eropa, dan Timur Tengah.
” Untuk jumlah Pekerja mingran Indonesia yang terdaftar secara resmi di BP2MI ada 4,4 juta. Yang tidak terdaftar secara resmi (ILEGAL) kurang lebih jumlahnya 4,6 juta, dan ini sudah sesuai data yang ada pada kami,” ujar Benny Rhamdani.
Terkait sektor Pendidikan khususnya di bidang kesehatan. Untuk peluang kerja ke luar Negeri sangat-sangat terbuka contohnya Negara Jepang, selama lima tahun 2019 hingga 2024 itu membutuhkan 70.000 pekerja dari Indonesia, sisanya dari KESEHATAN.
” Jadi bagaimana peluang ini kita tangkap khusus lembaga Pendidikan termasuk Kampus IKTGM ini,” tandas Benny Rhamdani.
Rektor Institut Kesehatan dan Teknologi Graha Medika Kotamobagu ( IKTGM) Katamobagu Ns. Heriyana Amir S.kep, M.kep dalam sambutannya ” Saya Mewakili Pembina Yayasan dan Ketua Yayasan mengucapkan terima kasih Kepala BP2MI bersama rombongan yang suda berkunjung ke Kampus kami. Dan terima kasih sudah menandatangani kesepakatan kerjasama antara Kampus IKTGM dan BP2MI,” pungkas Rektor.
(DNY.D)








