Buku Tabungan dan ATM KIP Siswa SMP Taman Islam Cibungbulang Bogor Berada di Tangan Operator Sekolah. 

oleh -1043 Dilihat
oleh

Kabupaten bogor, paradigmanasional.idLSM Barak Indonesia Marcab Kabupaten Bogor, bersama orang tua siswa yang mempunyai anak dikelas 8 dan 9 datangi Kepala Sekolah SMP Taman Islam Cibungbulang Bogor, Yanti (KepSek) dan Diki (operator), pada Sabtu, 08/02/2025.

Ketua LSM Barak Indonesia Marcab Kabupaten Bogor, Zulfa Rahmania, mempertanyakan uang pencairan KIP  salah satu siswa tersebut yang di potong untuk SPP, bukan hanya tunggakan tapi yang belum tertunggakpun harus dibayarkan sampai bulan Maret 2025. Yang jelas jelas kegiatan belajar mengajarnyapun belum dilaksanakan. Yakni sejumlah Rp 300.000, dan yang tertera di buku SPP hanya Rp 250.000, dari bulan November 2024 sampai dengan bulan februari 2025. Buku tabungan dan ATM masih berada di sekolah.

Menurut Diki (operator) sekolah saat dikonfirmasi bahwa apa yang dilakukan merupakan arahan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, yaitu ibu Linda selaku pengurus KIP.

Saat dikonfirmasi 11 Februari 2024, Ketua LSM Barak Indonesia Marcab Kabupaten Bogor yang bertemu dengan Ibu Linda selaku pengurus KIP Dinas Pendidikan, dirinya tidak pernah mengarahkan, tapi uang KIP memang untuk kebutuhan sekolah. Sedangkan untuk buku tabungan dan ATM tidak dibenarkan berada di sekolah harus dikembalikan ke siswa.

“Saya dan istri berharap uang KIP tersebut untuk membeli sepatu anak saya yang sudah bolong, tapi oleh sekolah diminta untuk pembayaran SPP yang belum tertunggak, juga pembayaran SPP anak yang kelas 9,” ucap Agus selaku orang tua siswa.

Ditemukan pula bahwa anak dari  Agus, kelas 9 tersebut mendapatkan KIP, sedangkan keterangan Diki (operator) bahwa anak Agus kelas 9 tidak mendapatkan KIP, jelas bahwa keterangan yang diberikan oleh operator sekolah adalah bohong.

Dan pihak sekolah meminta uang dari pencairan siswa kelas 8 untuk pembayaran SPP kelas 9 dari anak  Agus tersebut, sampai pencairan KIP dengan jumlah Rp.750.000, yang dibawa pulang hanya Rp.100.000.

“Kami LSM Barak Indonesia Marcab Bogor akan meminta Kepala Dinas Pendidikan Kabupetan Bogor untuk segera menindaklanjuti temuan tersebut”, ucap Zulfa Rahmania.

(Red/Maulana)

No More Posts Available.

No more pages to load.