Bupati Bojonegoro : Angka Stunting Kabupaten Bojonegoro Terendah Nomor Dua se-Jawa Timur

oleh -92 Dilihat

Jawa Timur, paradigmanasional.id – Saat ini angka stunting Kabupaten Bojonegoro terendah nomor dua se-Jawa Timur setelah Kota Surabaya. Berbagai upaya dan sinergi semua pihak telah dilakukan.

Hal ini disampaikan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah saat memberi pembinaan melalui zoom meeting kepada kader IMP di Pendopo Kecamatan Bojonegoro, Kamis (8/12/2022).

Pemerintah Kabupaten Bojonegoro terus menekankan pentingnya peran Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) dalam percepatan penurunan kasus stunting. Hal Ini sebagai langkah mendukung tercapainya target nasional, yakni prevalensi stunting di bawah 14 persen pada 2024.

Bupati Anna juga menjelaskan bahwa peran IMP sangat penting dalam penyampaian informasi terhadap percepatan penurunan stunting. Karena mereka garda terdepan yang bersinggungan langsung dengan masyarakat. Oleh karena itu, pembinaan IMP sangat diperlukan untuk meningkatkan kualitas para kader baik dalam pengendalian Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta penanganan stunting di Bojonegoro.

Bupati Anna menambahkan saat ini pemerintah telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional. Sasaran dan strategi penanganannya telah ditetapkan melalui Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

Bupati Perempuan pertama di Bojonegoro ini juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk semua pihak atas kerja sama selama ini. Yakni dengan ikut mempersiapkan generasi yang berkualitas menuju Indonesia emas.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Bojonegoro Heru Sugiharto menambahkan bahwa tujuan pembinaan IMP ini untuk meningkatkan kepedulian dan peran serta IMP agar menjadi pengelola dan pelaksanaan program KB yang dinamis dan mandiri. Serta untuk meningkatkan pengetahuan, bertambahnya wawasan kader terhadap program Pembangunan Keluarga Kependudukan dan Keluarga Berencana (BANGGA KENCANA) sekaligus ajang koordinasi sesama kader IMP dalam membangun kualitas SDM kader IMP yang respon dan tanggap di tengah masyarakat.

Heru Sugiharto juga menjelaskan bahwa prevalensi angka stunting di Bojonegoro mengalami penurunan. Menurut data bulan timbang bayi pada Februari 2022, terdapat 73.045 balita dengan prevalensi stunting 3.804 atau setara dengan 5,2%. Sedangkan dari hasil bulan timbang bayi pada Agustus 2022 sebanyak 74.626 balita dengan prevalensi stunting 2.225 atau 2,97%. “Dengan capaian penurunan tersebut, mari kita tingkatkan kerja sama dan sinergitas dari semua stakeholder guna mendukung tercapainya terget nasional di tahun 2024,” ujarnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.