Diduga Sejumlah Kegiatan Pengeboran Minyak Ilegal Menjamur di Lahan PT WAS

oleh -16 Dilihat

MUBA, paradigmanasional.id – Aksi perusakan lingkungan dan pengeboran sumur minyak Ilegal kini mulai menjamur di Kecamatan Batanghari Leko, Kabupaten Musi Banyuasin.

Titik perusakan lingkungan akibat Illegal Drilling tersebut lebih tepatnya terjadi dilahan yang dikelola PT WAS.

Sejumlah oknum-oknum mafia minyak Ilegal ternama beroperasi tanpa tersentuh hukum di wilayah tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun beberapa nama terlibat aktivitas perusakan lingkungan yaitu, Dedi, Amrul Sereka, Hamka, Benu dan Ono.

Hal ini ditanggapi serius oleh DPC Pro Jurnalismedia Siber Musi Banyuasin.Ketua PJS Muba Riyansyah Putra SH CMSP menegaskan persoalan Illegal Drilling yang merambah Kawasan Hutan tersebut harus segera dituntaskan.

Menurutnya, jaringan terorganisir melakukan Illegal Drilling di PT WAS harus diberantas karena memicu kerugian negara dan berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam.

“Persentase kerusakan Hutan Kawasan di Kabupaten Musi Banyuasin telah meningkat setiap tahunnya. Praktik-praktik Illegal Drilling telah melanggar izin perusahaan dan peruntukkan lahan yang ada termasuk contoh yang terjadi dilahan PT WAS. Tentunya hal ini menjadi atensi serius yang harus ditanggapi Aparat Penegak Hukum termasuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan,”ungkapnya.

Akibat Illegal Drilling yang terus dilakukan pembiaran, negara kehilangan potensi pendapatan hingga triliunan rupiah akibat denda administratif yang tidak dibayar dan kerusakan lingkungan yang masif.

Lebih lanjut, Riyan mendesak langkah serius diambil oleh Aparat Penegak Hukum untuk memberantas oknum-oknum mafia yang menyalahgunakan Kawasan Hutan di PT WAS tersebut.

“Kami minta oknum-oknum mafia seperti, Dedi, Amrul Sereka, Hamka, Benu, Ono Dkk segera ditindak dan diadili. Pelanggaran hukum serius mereka lakukan dan tidak bisa ditolerir. Kami ingatkan tidak ada tebang pilih dan proses hukum tegas harus diterapkan,”pungkasnya.

(Ary)

No More Posts Available.

No more pages to load.