Festival Batik Sukun #6 dan Pemilihan Duta Batik Cilik Nukus 2025 Warnai Taman Walet

oleh -822 Dilihat
oleh

Malang, paradigmanasional.id — Minggu, 19 Oktober 2025. KSemarak Festival Batik Sukun #6 menjadi ajang perayaan budaya yang istimewa bagi warga Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang. Salah satu momen menarik dari festival tahun ini adalah Ajang Pemilihan Duta Batik Cilik Nukus 2025, yang digelar pada Minggu, 19 Oktober 2025 di Taman Walet, Kelurahan Sukun.

Acara ini merupakan lanjutan dari peringatan Hari Batik Nasional yang jatuh pada 2 Oktober lalu, dengan tujuan memperkenalkan sekaligus mengedukasi anak-anak mengenai batik sebagai bentuk cinta terhadap budaya Indonesia.

Sejak awal Oktober, para peserta telah mengikuti proses seleksi dan pembekalan yang dimulai pada 4 Oktober 2025, melibatkan sembilan peserta perwakilan dari beberapa RW di Kelurahan Sukun.

Lurah Sukun, Andin Yunistiyanto, S.P., M.M., menyampaikan apresiasinya atas antusiasme peserta dan dukungan masyarakat.
“Kami berharap Duta Batik Cilik Nukus tidak hanya menjadi simbol kebanggaan, tetapi juga corong promosi potensi kelurahan. Sukun memiliki daya tarik wisata seperti Kampung Terapi Hijau dan Kuburan Londo, tempat awal mula Festival Batik Sukun dirintis. Setelah ditetapkan sebagai Rintisan Sentra Batik dalam Dekranasda Award, kami optimis batik Sukun akan semakin berkembang,” ujarnya.

Dalam ajang Pemilihan Duta Batik Cilik Nukus 2025, dewan juri terdiri atas Nena (Batik Sandhya Nusantara), Fiko (Hamparan Rintik), dan Lina (Madukara). Dari hasil penilaian, para pemenang diumumkan sebagai berikut:
• Juara 1: Syafiah Kyoirina S. (RW 03)
• Juara 2: Ladyarzy Farzhana (RW 03)
• Juara 3: Melvi Putri Novisah (RW 08)
• Harapan 1: Hafidz Shidqie H. (RW 08)
• Harapan 2: Navarena Oktari A.A. (RW 05)

Ketua Asosiasi Perajin Batik Malang, Ki Demang (Isa Wahyudi), memberikan apresiasi tinggi atas keberhasilan penyelenggaraan festival ini.
“Festival Batik Sukun #6 tampil dengan warna dan strategi baru. Menghadirkan Duta Cilik Batik sebagai bagian dari pelestarian adalah langkah strategis yang patut diapresiasi. Ini contoh konkret bagaimana generasi muda bisa menjadi motor penggerak pelestarian batik di tengah arus modernitas,” ujarnya.

Selain pemilihan duta cilik, festival juga menampilkan pameran karya batik lokal, mewarnai motif batik untuk anak-anak dan gelar UMKM Sukun lainnya serta pengenalan Sentra Batik Sukun yang baru saja meraih penghargaan Dekranasda Award 2025.

Dengan semangat “Menguri-uri Budaya, Mewarnai Masa Depan”, Festival Batik Sukun #6 menjadi bukti nyata bahwa batik bukan sekadar kain, melainkan simbol jati diri dan kebanggaan masyarakat Sukun dalam menjaga warisan budaya Indonesia. (Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.