
Kotamobagu, paradigmanasional.id – Dalam rangka pendampingan dan peningkatan kapasitas Komunitas Belajar, Balai Guru Penggerak Provinsi Sulawesi Utara menyelenggarakan kegiatan Bootcamp Penggerak Komunitas Belajar yang dilaksanakan pada tanggal 16 sampai dengan 17 Desember 2023 di Mercure Manado Tateli Beach Resort.
Salah satu Guru SMP N I Kotamobagu yang telah mengikuti Bootcamp Penggerak komunitas belajar Susni Syukur, S. Pd Kamis, 21/12/2023 ketika diwawancarai media ini mengatakan, dengan terpilihnya sebagai peserta maka telah diundang mengikuti bootcamp penggerak komunitas belajar.
Menurut Susni Syukur, kegiatan tersebut merupakan Pendampingan sebagai penggerak komunitas belajar berupa pelatihan, bagaimana bisa membangun sebuah komunitas yang kita bangun itu mencapai tujuan yang intinya memberikan pembekalan supaya dapat membangun komunitas belajar di sekolah, meningkatkan kapasitas sebagai penggerak komunitas.
Kegiatan yang dilakukan adalah memupuk kerja sama untuk bisa terjalin pada satu tim karena sebuah komunitas itu harus ada kerja sama, ada kebenaran dalam suatu komunitas, supaya komunitas belajar bisa terbangun dan bisa maju jauh ke depan dan berimbas di sekolah lain dan disini perlu komitmen bersama dari peserta komunitas guru. Jelas Susni Syukur.
Lanjut Susni Syukur, apa yang kita tujuh dari komunitas itu bisa tercapai karena kita berhadapan dengan individu yang mempunyai sikap dan perilaku yang berbeda – beda, sehingga kita menyatukan satu persepsi, satu tekat yang sama supaya apa yang kita inginkan bisa tercapai yang intinya adalah keberhasilan siswa dalam belajarnya.
Tujuan inti dari komunitas belajar itu adalah membangun, karena guru adalah harus belajar juga mengembangkan dirinya supaya bisa membimbing siswa untuk mencapai keberhasilannya.
Dengan demikian tujuannya adalah untuk mengembangkan kualitas belajar mengajar.
Harapannya adalah dengan mengikuti kegiatan itu saya berharap, komunitas ini bisa berjalan dengan baik, ada Kebersamaan dengan guru – guru di dalam satu komunitas di kotamobagu agar ke depan kita bisa bergerak bersama – sama, maju bersama.
Apa yang diharapkan dalam pendidikan terutama kurikulum merdeka, memerdekakan siswa dalam belajar, membawa siswa mencapai keselamatan dan kebahagiaannya itu bisa tercapai.
Patut disyukuri ada 4 sekolah di Kota Kotamobagu yang menjadi peserta penggerak komunitas belajar yaitu SMP N I Kotamobagu 1 orang, SMPN 7 Kotamobagu I orang, SDN 1 kotamobagu 1 orang, dan SMAN 4 Kotamobagu 1 orang.
Apa yang didapat akan diterapkan di sekolah seperti sosialisasi kepada seluruh guru – guru atas seijin kepala sekolah tentang apa itu komunitas dan bagaimana mengembangkan sebuah komunitas belajar.
Pungkas Susni Syukur, S.Pd.
Sementara itu, Kepala SMP N 1 Kotamobagu Ifdawan Dundo, S.Pd ketika diwawancarai media ini diruang kerja mengatakan, terkait dengan kegiatan guru sangat diapresiasi, karena kegiatan ini berkaitan dengan pemanfaatan IMM dalam akun belajar Id masing – masing guru, dan secara online undangan juga dikirim dari kementerian dan ibu Susni Syukur yang terpilih sebagai guru yang ikut dalam komunitas tersebut.
Menurut Ifdawan Dundo, saya sangat mendukung karena ini terkait dengan IMM dan pemanfaatan implementasi kurikulum merdeka belajar, sehingga perlu didorong dan diberikan motifasi agar ke depan banyak guru – guru terundang untuk mengikuti kegiatan ini, sehingga pemahaman dalam kurikulum merdeka bisa bersama – sama, apa lagi kami tahun depan terinformasi akan secara serentak diimplementasikan kurikulum merdeka di kelas VIII dan IX. Sebut Ifdawan Dundo
Terkait hal tersebut, tentu sosialisasi itu wajib karena itu merupakan rencana tindak lanjut (RTL) dalam mengikuti sosialisasi. Sehingga tindak lanjutnya ibu guru Susni Syukur S. Pd yang telah berhasil dan mengikuti komunitas belajar akan menyampaikan sosialisasi kepada teman – teman guru lain sehingga termasuk juga kepala sekolah, supaya bisa memahami secara utuh komunitas belajar dalam kurikulum merdeka.
Harapannya ke depan mudah – mudahan semua guru itu semakin aktif dalam IMM di kurikulum merdeka dan progres setiap guru itu dipantau langsung oleh kementrian sehingga ke depan guru – guru lebih banyak memahami tentang komunitas belajar, dan kami yang menyelenggarakan belajar mandiri di sekolah bisa sukses. Pungkas Iffawan Dundo.
Feki S








