Wagir – Kabupaten Malang, paradigmanasional.id — Minggu, 31/08/2025. Sejak pukul 06.00 pagi, warga sudah memadati lokasi acara di RT 1, RW 10, Dusun Jurang Wugu, Desa Jedong, Wagir, Kabupaten Malang untuk mengikuti lomba gerak jalan sehat, yang digelar untuk meramaikan perayaan hari Kemerdekaan RI ke 80.
Suasana di sekitar panggung penuh dengan warga yang mengenakan dress code berwarna merah, sebagai simbol keberanian dengan penuh semangat. Beberapa gerai UMKM tampak ikut meramaikan acara tersebut dengan berbagai macam dagangan yang ditawarkan.
Giat gerak jalan sehat dibuka dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan singkat dari Ketua Panitia Joni Kris, dan Ketua Rw 10, Maulana.
Sebelum gerak jalan dimulai, dibuka dengan senam bersama tepat pukul 06.30 wib. Senam dipimpin oleh putra putri Karang Taruna yang ikut berpartisipasi sebagai panitia. Usai senam pagi peserta dilepas untuk mengikuti gerak jalan sehat mengelilingi rute yang sudah ditentukan. Kurang lebih sepanjang empat kilometer.
Suasana penuh keceriaan dan semangat yang sangat luar biasa. Apalagi setelah tiba dilokasi finish tepat dipanggung pentas seni mereka disambut dengan hiburan ringan dari orkes Davita. Dengan antusias warga menanti saat pengundian doorprize. Berbagai macam doorprize memenuhi bagian depan panggung, mulai dari barang rumah tangga ringan, hingga mesin cuci dan motor elektrik.
Tujuan dari diadakannya kemeriahan ini selain menyambut hari Kemerdekaan RI juga sebagai ajang silaturahmi untuk menjalin kerukunan serta kebersamaan di dusun Jurang Wugu. Toleransi beragama di dusun inipun terkenal terjaga dengan indah.
Melihat dari terselenggaranya kegiatan tersebut tampak sekali bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong diantara mereka memang terjalin sangat tinggi.
Puji Purnomo, sebagai penasihat panitia dalam rangkaian acara tersebut saat ditemui olek awak media mengatakan, ” Acara semacam ini sudah menjadi tradisi di dusun Jurang Wugu, semua pihak bersama- sama bergotong royong mengerjakan segala persiapan. Hingga memasak pun dilakukan secara gotong royong oleh ibu-ibu. Dan kebetulan yang menjadi tuan rumah kali ini adalah RT 1, RW 10. Biaya ditanggung oleh seluruh warga dibantu oleh beberapa donatur yang dengan senang hati dan ikhlas menyumbang agar acara ini bisa terlaksana. ” Ujarnya.
Di akhir kegiatan semua pihak berharap kebersamaan yang penuh dengan tanggung jawab dan toleransi ini bisa berjalan tidak hanya untuk saat ini, tetapi akan terus berlangsung sampai masa nanti ke generasi – generasi berikutnya. (Red)







