Jilid III: Sabu di Sigambal Tak Terbendung, Warga Desak Polres Labuhanbatu Ambil Alih — Konfirmasi Kasat Narkoba Hanya Kirim Emoji Jempol

oleh -108 Dilihat

LABUHANBATU, paradigmanasional.id
Peredaran narkoba jenis sabu-sabu di Kampung Sawah tempat transaksi kandang lembu, Kelurahan Sigambal, Kecamatan Rantau Selatan, Kabupaten Labuhanbatu, dinilai kian tak terbendung.

Setelah dua kali pemberitaan beruntun mengungkap dugaan aktivitas jaringan lama yang kembali beroperasi, kini masyarakat secara terbuka mendesak Polres Labuhanbatu turun langsung dan mengambil alih penanganan kasus yang dinilai stagnan di level bawah. Selasa (07/01/2026).

Desakan Terbuka: Jangan Lagi Seremonial
Warga menilai, langkah-langkah yang selama ini terlihat di lapangan belum menyentuh inti persoalan. Razia disebut hanya bersifat formalitas, tanpa pengungkapan bandar besar maupun pemutusan jaringan.

“Kami tidak butuh razia simbolik. Kami butuh bandar ditangkap berinisial HN dan AS , jaringan diputus. Kalau hanya datang lalu pergi, itu bukan penegakan hukum,” ujar seorang ibu rumah tangga yang aktif di pengajian warga Sigambal dengan nada tegas.

Desakan kini diarahkan langsung ke Polres Labuhanbatu, agar tidak lagi menyerahkan sepenuhnya penanganan pada level Polsek yang dinilai gagal meredam peredaran sabu di wilayah tersebut.

Warga Nilai Situasi Darurat Narkoba
Menurut penuturan masyarakat, dampak peredaran sabu sudah berada pada tahap mengkhawatirkan. Anak-anak muda disebut mulai terpapar, kriminalitas kecil meningkat, dan keresahan sosial kian meluas.

“Ini sudah darurat. Kalau Polres tidak turun langsung, kami khawatir Sigambal akan benar-benar rusak,” ungkap seorang tokoh masyarakat.

Warga juga menilai, lambannya penindakan justru memperkuat dugaan bahwa jaringan lama merasa aman dan tidak tersentuh hukum.

Konfirmasi Kasat Narkoba: Hanya Emoji Jempol
Untuk memastikan sikap aparat, awak media mengonfirmasi Kasat Narkoba Polres Labuhanbatu, AKP Iwan Mansuri SH. M.H melalui pesan WhatsApp terkait desakan warga dan dugaan masih aktifnya peredaran sabu di Sigambal.

Namun hingga berita ini diterbitkan, tidak ada keterangan tertulis atau penjelasan resmi yang disampaikan. Pesan konfirmasi dari awak media hanya dibalas dengan stiker/emoji jempol 👍.
Respons tersebut menimbulkan tanda tanya di tengah publik, mengingat seriusnya persoalan yang disuarakan masyarakat secara terbuka.

Publik Menanti Tindakan, Bukan Isyarat
Warga menilai, simbol atau isyarat tidak cukup menjawab keresahan yang telah berlangsung lama. Mereka menuntut langkah konkret, transparan, dan terukur.
“Emoji tidak menyelesaikan masalah. Kami butuh tindakan nyata, bukan tanda baca,” ujar seorang warga lainnya.

Desakan Lanjutan
Masyarakat Sigambal kembali menegaskan tuntutan mereka:
Polres Labuhanbatu mengambil alih langsung penanganan kasus
Pengungkapan bandar dan jaringan, bukan hanya pemakai
Evaluasi serius terhadap kinerja aparat di wilayah terdampak
Keterbukaan informasi kepada publik
Jika tidak ada langkah nyata dalam waktu dekat, warga menyatakan akan terus menyuarakan persoalan ini sebagai bentuk kontrol sosial.

Media Tetap Membuka Ruang Klarifikasi
Hingga berita jilid ketiga ini diterbitkan, awak media tetap membuka ruang klarifikasi dan hak jawab kepada:
Kapolres Labuhanbatu
Sat Narkoba Polres Labuhanbatu
BNNK Labuhanbatu
Berita ini disajikan sebagai alarm lanjutan bahwa persoalan narkoba di Sigambal bukan isu sesaat, melainkan ujian serius bagi komitmen penegakan hukum di Kabupaten Labuhanbatu.

Penulis Ade rambe

No More Posts Available.

No more pages to load.