Jumlah Penduduk Jatim 2022 Meningkat 0,68% per tahun

oleh -130 Dilihat

Jawa Timur, paradigmanasional.id – Berdasarkan data Proyeksi Penduduk Interim, jumlah penduduk Jawa Timur pada tahun 2022 sebanyak 41,15 juta jiwa. Apabila dibandingkan jumlah penduduk saat Sensus Penduduk 2020 (40,67 juta jiwa), maka jumlah penduduk Jawa Timur mengalami peningkatan sekitar 0,68 persen per tahun.

Melansir laman resmi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim) dalam laporan Indikator Kesejahteraan Rakyat Provinsi Jawa Timur 2022 pada tanggal 9 Desember 2022, tercatat bahwa penduduk Jawa Timur terus bertambah meskipun dengan laju melambat.

“Pertambahan penduduk ini seiring dengan terjadinya kelahiran dan semakin membaiknya derajat kesehatan yang berdampak pada berkurangnya kejadian kematian. Meski pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020 menyumbang pada bertambahnya kejadian kematian di Jawa Timur, tapi jumlah penduduk yang lahir hidup tetap lebih banyak dibandingkan yang meninggal dunia,” ujar Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan.

Secara sebaran penduduk menurut kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur, Kota Surabaya, Kabupaten Jember, dan Kabupaten Malang merupakan tiga kabupaten/kota dengan jumlah penduduk terbanyak.

Meski demikian, dibanding dengan kabupaten/kota lain yang ada di provinsi Jawa Timur, kepadatan penduduk Kabupaten Sidoarjo setara dengan wilayah-wilayah administrasi Kota, sehingga kepadatannya lebih tinggi dari kabupaten-kabupaten lain.

“Kota Surabaya sebagai ibu kota Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah dengan penduduk terbanyak sekaligus terpadat di Jawa Timur. Roda perekonomian yang dianggap lebih baik dan maju serta ketersediaan fasilitas kehidupan yang lebih lengkap di daerah berstatus “Kota” tentunya menjadi magnet tersendiri bagi Surabaya sebagai daerah tujuan mobilitas penduduk,” tegas Kepala BPS Jatim.

Ditinjau dari komposisi jenis kelamin, rasio jenis kelamin penduduk Jawa Timur pada tahun 2022 sebesar 99,52. Ini berarti bahwa dari setiap 10.000 penduduk perempuan ada sebanyak 9.952 penduduk laki-laki. Artinya, jumlah penduduk perempuan Jawa Timur sedikit lebih banyak dibanding penduduk laki-lakinya.

Hal ini disebabkan oleh salah satunya, lebih tingginya umur harapan hidup perempuan dibanding laki-laki. Meski demikian, jika dibandingkan dengan hasil Sensus Penduduk 2010, jumlah penduduk laki-laki dan perempuan pada saat tersebut cenderung lebih seimbang yang ditandai dengan rasio jenis kelamin nyaris di angka 100. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.