Konflik Upai-Poppo, “PWI” Ingatkan Peran Pers

oleh -24 Dilihat

KOTAMOBAGU, Paradigmanasional.id – Minggu, (27/9/2026). Konflik horizontal yang terjadi antara sejumlah pemuda Kelurahan Upai, Kecamatan Kotamobagu Utara, dan pemuda Desa Poppo Kabupaten Bolmong dalam beberapa hari terakhir menyita perhatian berbagai pihak.

Peristiwa yang melibatkan warga dari dua wilayah bertetangga tersebut turut mengundang keprihatinan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Kotamobagu, Konni Balamba.

Konni berharap situasi yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik berkepanjangan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menahan diri dan memberikan ruang kepada pihak-pihak terkait dalam mengupayakan penyelesaian secara damai.

Secara khusus, Konni mengingatkan insan pers yang melakukan peliputan agar mengedepankan prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pemberitaan mengenai konflik antar kelompok masyarakat membutuhkan kepekaan. Pemilihan judul, diksi, foto maupun narasi perlu diperhatikan agar informasi yang disampaikan tidak justru memperkeruh keadaan atau menimbulkan persepsi yang dapat meningkatkan ketegangan.

“Rekan-rekan wartawan tentu tetap harus menyampaikan fakta kepada masyarakat. Namun dalam situasi seperti ini, kita juga harus mengedepankan pemberitaan yang sejuk, berimbang dan tidak terkesan memprovokasi kedua belah pihak,” ujar Konni.

Ia menekankan bahwa pers memiliki peran penting dalam menjaga kondusivitas daerah. Karena itu, setiap informasi terkait kejadian tersebut diharapkan melalui proses verifikasi serta memberikan ruang yang proporsional kepada pihak-pihak terkait.

Konni juga mengajak masyarakat, khususnya warga dan pemuda dari kedua wilayah, untuk tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum terverifikasi, termasuk unggahan maupun komentar yang beredar melalui media sosial.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian. Upai dan Poppo adalah wilayah yang bertetangga. Jangan sampai persoalan yang terjadi justru merusak hubungan baik antarmasyarakat,” katanya.

PWI Kotamobagu berharap seluruh pihak dapat mengedepankan dialog dan penyelesaian secara damai serta mempercayakan penanganan persoalan kepada pihak yang berwenang.

Insan pers, lanjut Konni, diharapkan ikut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana yang kondusif melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang dan tidak memperbesar konflik.

“Mari kita jadikan pemberitaan sebagai bagian dari solusi dan perdamaian, bukan menjadi pemicu munculnya persoalan baru,” pungkasnya.

Denny.D

No More Posts Available.

No more pages to load.