Kunjungan Seksi Wanita PGL ke Panti Pangesti Lawang, Kabupaten Malang Sebagai Bentuk Kepedulian Terhadap Lansia

oleh -21 Dilihat
oleh

Lawang, Kabupaten Malang, paradigmanasional.idSebagai wujud nyata kasih Kristus kepada sesama, Seksi Wanita Persekutuan Gereja-Gereja di Lawang (PGL) menggelar Ibadah dan Kunjungan Kasih di LKS-LU Pangesti Lawang pada Senin (6/7/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program pelayanan Wanita PGL Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan kebahagiaan, penguatan iman, serta kepedulian kepada para lanjut usia.

Ibadah dipimpin oleh Pdm. Riami Boboy, Gembala GBI Hosana, sebagai Pelayan Firman. Firman Tuhan diambil dari Yesaya 46:4, “Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu…”, yang mengingatkan bahwa kasih dan pemeliharaan Tuhan tidak pernah berakhir dalam setiap musim kehidupan.

Pelayanan ibadah didukung oleh Worship Leader (WL), singer, dan pemusik dari GPdI Sion, serta persembahan pujian dari GMAHK Advent Lawang. Suasana ibadah semakin semarak melalui persembahan pujian dari penghuni LKS-LU Pangesti, Oma Christina Ibrahim dan Opa Sutikno.
Pelayanan kolekte dilayani oleh GSJA Talitakum, sementara doa syafaat dipimpin oleh Pnt. Rini Purba dari GPIB Pelangi Kasih bersama Pdt. Yoanda Nancy, M.Th., dari Tim Kerja Wanita PGL Sub-Bidang Ibadah yang juga Ibu Gembala GIA Lawang.

Dalam sambutannya, Koordinator Seksi Wanita PGL, Rita Inthe, menyampaikan bahwa program ini lahir dari perenungan iman bahwa setiap orang, jika Tuhan mengaruniakan umur panjang, akan memasuki masa lanjut usia. Oleh karena itu, gereja dipanggil untuk mempersiapkan diri secara rohani sekaligus menghadirkan kasih dan penghormatan kepada para lansia.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak seluruh gereja untuk tidak hanya peduli terhadap kebutuhan jasmani para lansia, tetapi juga menghadirkan kasih Kristus melalui kehadiran, doa, perhatian, dan kebersamaan. Kami percaya bahwa setiap Oma dan Opa tetap berharga di mata Tuhan dan memiliki tempat yang istimewa di tengah gereja,” ungkap Rita Inthe.

Saat ini, LKS-LU Pangesti Lawang menjadi rumah bagi 60 orang lansia, terdiri dari 31 Opa dan 29 Oma. Berdasarkan latar belakang keagamaan, terdapat 29 lansia beragama Kristen, 23 Katolik, serta 8 lainnya berasal dari agama Islam, Hindu, dan Buddha.

Kegiatan ini mendapat sambutan yang sangat baik dari gereja-gereja di Kecamatan Lawang dan sekitarnya. Sebanyak 16 gereja/lembaga turut ambil bagian dengan sekitar 73 peserta yang bersama-sama mengikuti rangkaian ibadah, doa, penyerahan bingkisan kasih, serta kunjungan kepada para lansia.

Sebagai bentuk kepedulian, Seksi Wanita PGL menyerahkan bingkisan kasih berupa popok dewasa, perlengkapan mandi, biskuit, mie kering, dan berbagai kebutuhan harian lainnya. Bantuan tersebut diserahkan oleh perwakilan BPH PGL, Bapak Marthen Paliling, kepada Suster Gerarda selaku perwakilan LKS-LU Pangesti.

Selain itu, persembahan kasih dalam bentuk dana yang dihimpun dari gereja-gereja anggota PGL, jemaat, dan para donatur digunakan untuk mendukung konsumsi makan siang bersama, sehingga seluruh penghuni panti dan peserta dapat menikmati kebersamaan dalam suasana penuh kekeluargaan.

Seksi Wanita PGL juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPH PGL, Ketua Bidang Kerohanian PGL Pdt. Andarias Tandirogang, seluruh gereja anggota PGL, para donatur, serta pimpinan dan pengurus LKS-LU Pangesti yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Melalui kegiatan ini, Wanita PGL berharap pelayanan kepada para lansia tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan kasih yang terus bertumbuh di tengah gereja-gereja di Lawang.

“Kiranya setiap Oma dan Opa tetap merasakan bahwa mereka dikasihi Tuhan, dihargai oleh gereja, dan tidak pernah berjalan sendiri. Semoga kegiatan ini menginspirasi semakin banyak gereja untuk terus menghadirkan kasih Kristus bagi para lanjut usia,” tutup Rita Inthe.
(Red)

No More Posts Available.

No more pages to load.